Pastikan PAD Optimal, Pansus I DPRD Jember Sarankan Diskopumdag Akselerasi Perbaikan Pasar Tradisional
- 03 April 2026
- Dibaca 187 Kali
Bagikan Via:
Pastikan PAD Optimal, Pansus I DPRD Jember Sarankan Diskopumdag Akselerasi Perbaikan Pasar Tradisional
JEMBER, 03 APRIL 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) berkomitmen penuh untuk melakukan transformasi ekonomi kerakyatan melalui revitalisasi pasar tradisional dan evaluasi berkelanjutan terhadap Program Gerobak Mlijo Cinta.
Hal ini mengemuka dalam Rapat Panitia Khusus (Pansus) I LKPJ 2025 di Gedung DPRD Jember, Kamis, 02 April 2026.
Pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kondisi 30 pasar tradisional dan tujuh pasar hewan di wilayah Jember.
Upaya perbaikan sarana dan prasarana dipandang mendesak guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi yang saat ini mencapai realisasi di atas 80 persen dari target Rp 7 miliar.
Wakil Ketua Pansus I DPRD Kabupaten Jember, Wahyu Prayudi Nugroho, menekankan pentingnya peningkatan kualitas pasar untuk menarik lebih banyak pembeli dan pedagang.
"Sehingga kami menyarankan kepada Dinas Koperasi, agar disediakan anggaran yang cukup, untuk revitalisasi pasar. Maka diperlukan perbaikan sarana dan prasarana, sehingga dapat meningkatkan transaksi perdagangan, dengan mendatangkan banyak pembeli serta pedagang," tegas Wahyu.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Jember melalui Diskopumdag telah melakukan langkah strategis dengan mengajukan anggaran sebesar Rp 237 Miliar ke pemerintah pusat untuk revitalisasi Pasar Tanjung sebagai pasar induk.
Kepala Diskopumdag Kabupaten Jember, Sartini, menjelaskan bahwa proyek ini akan menggunakan mekanisme multi-years (Kontrak Jamak).
"Jadi rencana pembangunan nya tidak akan selesai dalam satu tahun, melainkan hingga beberapa tahun. Struktur bangun yang diharapkan, sebagaimana petunjuk kementerian, menyesuaikan dengan karakteristik daerah," ujar Sartini.
Sebagai bagian dari tahapan pembangunan, Pemkab Jember tengah menyiapkan rencana kajian terkait relokasi pedagang ke lapangan di kawasan Talangsari.
Dialog bersama pedagang juga akan dilakukan guna memastikan transisi berjalan lancar.
“Karena kan ada kejadian, setelah pasar selesai direvitalisasi, pedagang malah tidak mau kembali,” katanya.
Selain pasar induk, Pemkab juga berupaya memperbaiki pasar-pasar tradisional di tingkat kecamatan melalui bantuan dari Provinsi Jawa Timur.
Sartini memaparkan bahwa sekitar 70 persen dari 30 pasar tradisional di Jember membutuhkan perbaikan.
Fokus juga diarahkan pada tujuh pasar hewan yang memerlukan pembenahan total pada fasilitas tambatan hewan dan prasarana lainnya.
"Yang sudah kita lakukan, hanya di Pasar Hewan Mayang, itupun masih pagarnya saja," imbuh Sartini mengenai progres infrastruktur pasar hewan.
Terkait Program Gerobak Mlijo Cinta yang telah menjangkau 2.300 penerima manfaat dengan anggaran Rp 12 Miliar, Pemkab Jember kini tengah melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk mengukur dampak ekonomi secara akurat.
Sartini menjelaskan bahwa indikator keberhasilan program ini diukur melalui peningkatan taraf ekonomi dan penyerapan tenaga kerja baru di sektor mikro.
"Kalau kita gunakan acuan besaran omset, saya kira memang berat. Tetapi jika menggunakan acuan kenaikan tingkat pendapatan, maka sudah terjadi kenaikan pendapatan dari para penerima manfaat. Maka, bisa kita katakan sudah naik kelas. Apalagi, dengan adanya penambahan tenaga kerja," pungkasnya. (gil)