Respons Cepat Wadul Gus’e, Tim Kecamatan Bangsalsari Dampingi Penanganan Lansia Sakit di Desa Petung
- 04 Juli 2026
- Dibaca 111 Kali
Bagikan Via:
Respons Cepat Wadul Gus’e, Tim Kecamatan Bangsalsari Dampingi Penanganan Lansia Sakit di Desa Petung
JEMBER, 04 JULI 2026– Pemerintah Kecamatan Bangsalsari bersama Tim Wadul Gus’e Kabupaten Jember melakukan kunjungan dan penanganan awal terhadap seorang warga lanjut usia (lansia) yang sedang sakit di Dusun Paguan RT 02 RW 03, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, Sabtu 04 Juli 2026
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang masuk melalui layanan pengaduan Wadul Gus’e, salah satu kanal aspirasi dan pengaduan masyarakat yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mempercepat respons terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Warga yang mendapat pendampingan tersebut adalah Nito, seorang lansia asal Desa Petung yang saat ini tengah mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan perhatian serta penanganan dari berbagai pihak. Menindaklanjuti laporan yang diterima, Tim Seksi Pelayanan Umum dan Tim Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Bangsalsari bersama Tim Wadul Gus’e Kabupaten Jember langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi penanganan.
Kunjungan tersebut turut melibatkan Kepala Desa Petung, tenaga kesehatan dari Puskesmas Bangsalsari, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), perangkat desa, serta unsur Pemerintahan dan Trantibum Kecamatan Bangsalsari.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi kesehatan Nito masih dalam penanganan di kediamannya. Tim kesehatan sebenarnya telah memberikan opsi agar yang bersangkutan mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan. Namun hingga saat ini, yang bersangkutan memilih untuk tetap menjalani perawatan di rumah.
Kepala Desa Petung, M. Ridwan, menjelaskan bahwa pemerintah desa bersama pihak terkait terus melakukan pendampingan dan komunikasi dengan keluarga agar kondisi kesehatan warga tersebut tetap terpantau.
“Yang bersangkutan tidak mau dievakuasi ke puskesmas, maunya diobati di rumah. Karena itu kami bersama tim kesehatan dan pemerintah kecamatan terus melakukan pendampingan serta pemantauan agar kondisi beliau tetap mendapatkan perhatian yang baik,” ujar M. Ridwan.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Bangsalsari, Vidias Ferdianto, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan resmi.
Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga memastikan masyarakat yang membutuhkan bantuan mendapatkan perhatian dan pendampingan yang tepat dari pemerintah.
“Melalui tindak lanjut Wadul Gus’e ini, kami ingin memastikan bahwa setiap laporan masyarakat memperoleh respons yang cepat dan terukur. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan yang harus terus diperkuat, terutama bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus seperti lansia yang sedang sakit,” ujar Vidias.
Ia menambahkan bahwa koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, tenaga kesehatan, dan unsur sosial sangat penting untuk memastikan kebutuhan warga dapat ditangani secara optimal sesuai kondisi yang ada di lapangan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi PMKS Kecamatan Bangsalsari, Novi Arifiani, menegaskan bahwa penanganan kelompok rentan memerlukan pendekatan yang humanis dan mengedepankan penghormatan terhadap hak serta pilihan warga yang bersangkutan.
“Kami terus berupaya memberikan pendampingan sosial dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan agar kondisi Pak Nito tetap terpantau. Dalam setiap penanganan, kami juga menghormati keputusan dan kenyamanan yang bersangkutan selama masih memungkinkan untuk dilakukan perawatan di rumah dengan pengawasan yang memadai,” jelas Novi.
Ia berharap masyarakat tidak ragu memanfaatkan kanal pengaduan yang telah disediakan pemerintah apabila menemukan warga yang membutuhkan bantuan, baik terkait kesehatan, kesejahteraan sosial, maupun pelayanan publik lainnya.
Melalui kolaborasi antara Tim Wadul Gus’e Kabupaten Jember, Pemerintah Kecamatan Bangsalsari, Pemerintah Desa Petung, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat segera ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan pelayanan yang responsif dan dekat dengan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa kelompok rentan memperoleh perhatian dan pendampingan yang layak sesuai kebutuhan mereka. (yun)