logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Bangsalsari

Rp400 Miliar untuk UHC, Gus Fawait Tidak Boleh Ada Diskriminasi

  • 27 April 2026
  • Dibaca 784 Kali
Bagikan Via:
rp400-miliar-untuk-uhc-gus-fawait-tidak-boleh-ada-diskriminasi-20260428

Rp400 Miliar untuk UHC, Gus Fawait Tidak Boleh Ada Diskriminasi

JEMBER, 27 APRIL 2026 - Program Pro Guse kembali digelar Pemerintah Kabupaten Jember dengan mengangkat tema Klinik Pahlawan Devisa (CPMI) dan Verval Beasiswa Cinta Bergema, Senin 27 April 2026, di RSD Balung. Kegiatan yang ditayangkan secara langsung melalui seluruh akun media sosial Wadul Guse itu menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dengan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait.

Dalam kegiatan yang sekaligus peresmian Klinik Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) itu dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Jember serta jajaran manajemen RSD Balung. Dua isu utama yang dibahas yakni penguatan layanan kesehatan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui Klinik Pahlawan Devisa serta perkembangan proses verifikasi dan validasi Beasiswa Cinta Bergema untuk masyarakat Jember.

Namun dalam sesi dialog interaktif, perhatian publik tertuju pada keluhan seorang warga bernama Maulana terkait pelayanan di RSD Balung. Ia mengaku pernah mengalami antrean panjang dan pelayanan yang berbelit saat menjalani pemeriksaan pada Maret 2026 lalu.

Maulana menceritakan dirinya mulai mengantre sejak pukul 08.00 WIB, namun baru mendapatkan tindakan sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah itu, ia kembali diarahkan menuju bagian radiologi sekitar pukul 13.30 WIB dan mengaku harus berpindah-pindah pelayanan tanpa kejelasan.

“Dari situ kemudian kita periksa, dan ternyata kita hanya ditunjukkan yang intinya diarahkan nanti kembali lagi,” ungkap Maulana dalam dialog tersebut.

Menanggapi hal itu, Gus Fawait justru mengapresiasi keberanian warga yang menyampaikan keluhan secara terbuka. Menurutnya, kritik dari masyarakat menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki pelayanan publik.

“Terima kasih Mas Maulana. Justru itu yang saya tunggu-tunggu, testimoni itu yang saya tunggu-tunggu. Jangan sampai ketika saya turun ke bawah semua bilang baik-baik, tapi ternyata di bawah tidak baik,” ujar Gus Fawait.

Ia menjelaskan bahwa laporan terkait pelayanan di RSD Balung tersebut langsung diteruskan kepada Direktur rumah sakit setelah menerima keluhan pada Maret lalu. Sebagai tindak lanjut, pihak rumah sakit disebut telah melakukan sejumlah langkah perbaikan pelayanan.

Salah satu kebijakan yang kini diterapkan adalah penambahan jam pelayanan rawat jalan. Jika sebelumnya pelayanan hanya berfokus pada pagi hari, kini layanan juga dibuka pada siang hingga sore hari guna mengurangi penumpukan antrean pasien.

“Alhamdulillah Direktur Rumah Sakit sudah melakukan tindakan-tindakan yaitu salah satunya membuat pelayanan rawat jalan tidak cuma di pagi hari, tapi dibuka di siang dan sore hari sehingga harapan kita nanti bisa meminimalisir antrean yang begitu panjang,” katanya.

Gus Fawait juga menegaskan agar tidak ada lagi diskriminasi pelayanan terhadap pasien pengguna Universal Health Coverage (UHC) maupun pasien umum mandiri. Ia menekankan bahwa pembiayaan UHC tetap berasal dari anggaran pemerintah daerah yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahunnya.

“Saya titip tidak boleh ada perbedaan antara yang menggunakan UHC dan yang menggunakan mandiri. Karena pada hakikatnya menggunakan UHC kami juga bayar, karena kami bayar pakai APBD kurang lebih Rp400 miliar dalam setahun yang kami keluarkan untuk memastikan kesehatan masyarakat Jember terjamin,” tegasnya.

Ia meminta jajaran manajemen RSD Balung menjadikan keluhan masyarakat sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Gus Fawait bahkan meminta masyarakat terus memantau pelayanan rumah sakit dan tidak ragu melaporkan apabila masih menemukan pelayanan yang kurang maksimal.

“Bagi warga Jember yang seandainya ada pelayanan yang tidak baik, yang kurang baik silakan bisa menyampaikan ke Wadul Guse. Insya Allah nanti akan saya tindak lanjuti,” ujarnya.

Selain membahas pelayanan kesehatan, forum Pro Guse juga menjadi sarana penyampaian perkembangan Klinik Pahlawan Devisa bagi CPMI serta proses verval Beasiswa Cinta Bergema yang menjadi salah satu program pendidikan unggulan Pemkab Jember. Pemerintah berharap keterbukaan komunikasi melalui program tersebut mampu memperkuat pengawasan publik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (yun)

Galeri Foto