Safari Ramadan di Kalisat, Gus Fawait Ajak Kader Posyandu Perkuat Upaya Cegah Stunting dan Kematian Ibu-Bayi
- 09 Maret 2026
- Dibaca 179 Kali
Bagikan Via:
Safari Ramadan di Kalisat, Gus Fawait Ajak Kader Posyandu Perkuat Upaya Cegah Stunting dan Kematian Ibu-Bayi
JEMBER, 09 MARET 2026 – Penyelanggaraan rangkaian kegiatan Safari Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat upaya penanganan persoalan kesehatan di Kabupaten Jember. Hal tersebut disampaikannya saat bertemu para kader Posyandu di Balai Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat.
Dalam kegiatan tersebut, Gus Fawait mengajak seluruh elemen di tingkat masyarakat, mulai dari kader Posyandu, Satgas Stunting hingga tenaga kesehatan di kecamatan, untuk memperkuat koordinasi dalam menangani berbagai persoalan kesehatan yang masih menjadi perhatian di Jember.
Di hadapan para kader, ia menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan, seperti angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta kasus stunting yang masih ditemukan di sejumlah wilayah. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan kerja bersama serta pendataan yang akurat agar penanganan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran.
Ia menekankan bahwa Satgas Stunting yang telah dibentuk di tingkat kecamatan harus berperan aktif dalam melakukan pendampingan di lapangan. Koordinasi antara camat, kepala puskesmas, kader Posyandu, serta tenaga kesehatan diharapkan dapat berjalan lebih intensif agar setiap kasus dapat segera teridentifikasi dan ditangani.
Gus Fawait juga menegaskan bahwa anak-anak yang terindikasi mengalami stunting perlu mendapatkan pemeriksaan medis yang jelas di fasilitas kesehatan. Penanganan stunting, menurutnya, tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena membutuhkan diagnosa dan rekomendasi dari tenaga medis yang kompeten.
“Anak-anak yang terindikasi stunting harus diperiksa bersama di puskesmas. Penanganannya tidak bisa sembarangan karena dokter spesialis anak yang akan menentukan metode pengobatan dan treatment yang tepat,” ujar Gus Fawait.
Selain fokus pada penanganan stunting, ia juga menaruh perhatian pada kesehatan ibu hamil sebagai bagian dari upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Gus Fawait meminta agar seluruh ibu hamil di wilayah kecamatan didata dan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting untuk mendeteksi sejak dini kemungkinan adanya risiko pada proses persalinan. Hasil pemeriksaan nantinya akan dikonsultasikan dengan dokter spesialis kandungan guna menentukan langkah medis yang paling tepat.
Apabila seorang ibu hamil diketahui memiliki risiko tinggi saat persalinan, maka proses persalinan dianjurkan dilakukan di rumah sakit demi menjaga keselamatan ibu dan bayi.
“Kalau sudah diketahui berisiko tinggi, maka harus kita kawal sampai persalinan di rumah sakit. Ini penting untuk menekan angka kematian ibu dan bayi,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Gus Fawait juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai program Universal Health Coverage (UHC) yang telah diterapkan di Kabupaten Jember. Melalui program tersebut, masyarakat yang memiliki KTP Jember dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis di rumah sakit milik pemerintah daerah.
Ia mengakui masih ada sebagian masyarakat yang belum mengetahui adanya fasilitas tersebut. Karena itu, ia berharap para kader Posyandu dapat turut membantu menyampaikan informasi kepada warga agar mereka tidak ragu untuk memeriksakan kesehatan.
“Sekarang ber-KTP Jember berobat di rumah sakit sudah gratis, termasuk untuk melahirkan. Ini program prioritas pemerintah daerah untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap peran kader Posyandu semakin kuat dalam mendukung berbagai program kesehatan di tingkat masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan kader di lapangan, upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta penurunan angka stunting di Jember diharapkan dapat berjalan lebih maksimal.(nay)