logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Kaliwates

Sains Bertemu Kebijakan: Menakar Ketangguhan Bronjong Kaliwates Lewat Uji Teknik UNEJ

  • 28 Januari 2026
  • Dibaca 470 Kali
Bagikan Via:
sains-bertemu-kebijakan-menakar-ketangguhan-bronjong-kaliwates-lewat-uji-teknik-unej-20260128

Sains Bertemu Kebijakan: Menakar Ketangguhan Bronjong Kaliwates Lewat Uji Teknik UNEJ

KALIWATES– Persoalan stabilitas tanah di pemukiman padat penduduk Kelurahan Kaliwates kini tidak lagi hanya ditebak-tebak dengan logika awam. Pada Rabu siang (28/1/2026), Aula Kantor Kelurahan Kaliwates menjadi saksi pertemuan krusial yang mempertemukan data empiris akademisi dengan urgensi keselamatan warga RT 05 RW 04 yang selama ini dihantui ancaman longsor susulan.

Rapat koordinasi ini bukan sekadar formalitas di atas meja. Kehadiran dua pakar struktur dari Fakultas Teknik Universitas Jember, DR. Lutfi, MT dan DR. Farid, MT, membawa "amunisi" berupa hasil analisa teknik mendalam mengenai kondisi struktur tanah di titik rawan tersebut. Di hadapan para pemangku kebijakan, keduanya memaparkan efektivitas pemasangan bronjong batu yang tengah menjadi tumpuan harapan warga sebagai penahan longsor.

Camat Kaliwates, Dwi Sunu Arinugroho, S.Sos, yang memimpin jalannya diskusi, menegaskan bahwa penanganan bencana harus berbasis data.

"Kita tidak ingin membangun sesuatu yang sia-sia. Masukan dari dosen Teknik UNEJ ini adalah panduan agar setiap rupiah yang dikeluarkan untuk infrastruktur penahan longsor benar-benar presisi secara teknis dan aman secara sosial," tegas Dwi Sunu.

Senada dengan Camat, Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, S.Si, S.Sos, MM, tampak serius menyimak setiap detail teknis. Baginya, ketenangan warga RT 05 RW 04 adalah prioritas utama. Diskusi ini juga diperkuat dengan kehadiran Choirul, SH, MH dari Bakorwil IV Jember, yang meninjau koordinasi lintas sektor ini sebagai model penanganan bencana yang ideal, sekaligus menjadi catatan yang akan dilaporkan ke pimpinan diatasnya, mengingat saluran sungai masuk kewenangan dari Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur.

Sinergi Lintas Sektor

Pertemuan ini berlangsung dinamis. Suradi dari Dinas PUPR Jember dan Yangga dari BPBD Jember saling memberikan masukan terkait implementasi konstruksi dan mitigasi risiko lanjutan. Sementara itu, keterlibatan aktif masyarakat dan relawan menjadi warna tersendiri dalam rakor ini.

Dua sosok senior dari Destana Kaliwates, H. Indra Gunawan dan H. Teguh Istanto, bersama Maya dari relawan Benseromben, turut memberikan perspektif lapangan mengenai kondisi terkini di bantaran sungai dan titik longsor. Kehadiran perwakilan warga RT 05 RW 04 memastikan bahwa suara mereka yang paling terdampak tidak terabaikan dalam kalkulasi teknis para ahli.

Rekomendasi Teknik Menjadi Kunci

Secara garis besar, paparan dari DR. Lutfi dan DR. Farid memberikan catatan penting mengenai spesifikasi bronjong yang harus diadaptasi dengan karakter tanah Kaliwates yang cenderung labil saat jenuh air. Rekomendasi ini akan menjadi cetak biru bagi langkah jangka pendek maupun jangka panjang pemerintah setempat. Selain penguatan bronjong lanjutan agar akses jalan bisa terhubung kembali, keberadaan tebing tanah disisi timur perlu juga diberi pasangan bronjong karena mengingat lokasinya yang langsung menahan arus sungai yang datang dari utara, sehingga penguatan disisi ini juga semakin memperkuat pasangan bronjong yang selama ini sudah terbangun.

"Bronjong batu bukan sekadar tumpukan material. Di tanah yang jenuh air seperti di Kaliwates, ia harus berfungsi sebagai sistem drainase sekaligus penahan beban gravitasi," ungkap DR. Lutfi, MT, pakar teknik dari Universitas Jember di hadapan peserta Rakor di Aula Kelurahan Kaliwates, Rabu (28/1/2026).

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama: Keselamatan warga tidak bisa ditawar. Dengan kawalan teknis dari Universitas Jember, proyek penahanan longsor di Kelurahan Kaliwates diharapkan bukan hanya menjadi tumpukan batu, melainkan benteng perlindungan yang kokoh dan terukur.

Paparan teknis ini menjawab kekhawatiran warga RT 05 RW 04 yang selama ini merasa was-was setiap kali hujan deras mengguyur. Perwakilan warga yang hadir tampak mengangguk lega saat tim ahli menjelaskan bahwa pemasangan bronjong akan disesuaikan dengan kemiringan spesifik tanah mereka. "Kami hanya ingin tidur nyenyak saat hujan turun. Dengan penjelasan pak dosen tadi, kami jadi tahu bahwa pemerintah serius menangani ini secara ilmiah," ujar salah satu warga.

Camat Kaliwates, Dwi Sunu Arinugroho, menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk mitigasi modern. "Kita tidak boleh lagi menggunakan metode trial and error. Kehadiran Pak Lutfi dan Pak Farid dari UNEJ memastikan bahwa solusi yang diambil BPBD dan PUPR memiliki dasar akademik yang kuat," jelasnya.

Galeri Foto