logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Saluran Dipenuhi Sampah, DPUPR Jember Turun Lakukan Normalisasi Drainase di Balung Lor

  • 31 Oktober 2026
  • Dibaca 57 Kali
Bagikan Via:
saluran-dipenuhi-sampah-dpupr-jember-turun-lakukan-normalisasi-drainase-di-balung-lor-20261102

Saluran Dipenuhi Sampah, DPUPR Jember Turun Lakukan Normalisasi Drainase di Balung Lor

JEMBER, 31 OKTOBER 2026 - Upaya menjaga kebersihan dan kelancaran saluran air terus dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember. Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, petugas melaksanakan kegiatan normalisasi saluran drainase di wilayah Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah antisipasi untuk mengurangi risiko genangan air yang kerap berpotensi terjadi ketika hujan turun.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pembersihan saluran drainase yang terlihat mengalami penumpukan berbagai material. Sampah rumah tangga, plastik, dedaunan, lumpur, serta tumbuhan liar ditemukan di sepanjang saluran. Kondisi tersebut dapat menghambat aliran air apabila tidak segera dibersihkan, terutama ketika debit air meningkat pada saat hujan.

Petugas melakukan pengangkatan sampah dan material yang mengendap di dalam saluran menggunakan peralatan kerja sederhana. Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi saluran agar jalur aliran air dapat kembali terbuka. Material yang telah diangkat kemudian disingkirkan dari area saluran sehingga tidak kembali masuk dan menyebabkan penyumbatan.

Normalisasi drainase merupakan salah satu bentuk pemeliharaan infrastruktur yang memiliki peran penting dalam pengelolaan air hujan. Saluran yang bersih dan tidak mengalami penyumbatan akan membantu memperlancar aliran air menuju saluran pembuangan. Sebaliknya, saluran yang dipenuhi sampah dan sedimentasi dapat mengurangi kapasitas tampung serta memperlambat aliran air.

Koordinator Wilayah (Korwil) Balung, Sudarno, menjelaskan bahwa kegiatan normalisasi dilakukan untuk memastikan saluran drainase tetap berfungsi dengan baik. Menurutnya, kebersihan saluran menjadi perhatian penting, terlebih saat memasuki periode musim hujan ketika volume air yang mengalir melalui drainase dapat meningkat.

Sudarno menyampaikan bahwa penumpukan sampah dan lumpur menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat aliran air. Oleh sebab itu, pembersihan perlu dilakukan agar kondisi saluran tidak semakin tertutup dan mampu mengalirkan air secara lebih optimal.

โ€œKegiatan normalisasi ini kami lakukan untuk membersihkan saluran dari sampah, lumpur, dan material lain yang dapat menghambat aliran air. Harapannya, setelah dilakukan pembersihan, saluran dapat berfungsi lebih baik sehingga potensi genangan saat hujan bisa diminimalkan,โ€ ujar Sudarno.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi saluran drainase harus dijaga secara bersama-sama. Pembersihan yang dilakukan oleh petugas akan memberikan hasil lebih maksimal apabila masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke dalam saluran air.

Menurutnya, sampah yang dibuang sembarangan dapat terbawa aliran air dan akhirnya menumpuk pada bagian saluran tertentu. Jika penumpukan terjadi secara terus-menerus, aliran air dapat terganggu dan berpotensi menimbulkan genangan di sekitar jalan maupun lingkungan permukiman.

Selain melakukan pembersihan, kegiatan normalisasi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi saluran di lapangan. Dengan adanya pemantauan tersebut, bagian drainase yang membutuhkan perhatian dapat diketahui sehingga penanganan berikutnya bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lokasi.

Keberadaan drainase yang berfungsi dengan baik sangat penting bagi masyarakat, khususnya di kawasan yang menjadi jalur aktivitas sehari-hari. Saluran air yang tersumbat dapat menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari genangan di sekitar jalan, terganggunya mobilitas pengguna jalan, hingga menurunnya kenyamanan lingkungan.

Ketika hujan turun, air membutuhkan jalur pembuangan yang memadai agar tidak tertahan terlalu lama di permukaan tanah. Oleh karena itu, pemeliharaan drainase menjadi salah satu upaya preventif yang perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika genangan sudah terjadi.

Melalui kegiatan di wilayah Balung Lor ini, DPUPR Kabupaten Jember berupaya menjaga kondisi infrastruktur drainase agar tetap dapat menjalankan fungsinya. Penanganan dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan tertata.

DPUPR Kabupaten Jember juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi saluran air di lingkungan masing-masing. Masyarakat diharapkan dapat membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, tidak menjadikan saluran drainase sebagai tempat pembuangan sampah, serta menjaga area sekitar saluran agar tidak dipenuhi material yang dapat menghambat aliran air.

Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan hasil pemeliharaan yang telah dilakukan. Sebab, drainase yang sudah dibersihkan tetap berpotensi mengalami penyumbatan apabila tidak disertai perilaku menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan adanya normalisasi saluran drainase di Balung Lor, Kecamatan Balung, DPUPR Kabupaten Jember berharap aliran air dapat berjalan lebih lancar dan risiko genangan ketika hujan turun dapat dikurangi. Melalui pemeliharaan infrastruktur secara berkala dan dukungan masyarakat, diharapkan sistem drainase di wilayah Kabupaten Jember dapat terus terjaga sehingga mampu menunjang kenyamanan serta aktivitas masyarakat sehari-hari. (yan)

Galeri Foto