logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Saluran Mulai Dipenuhi Endapan, URC DPUPR Jember Turun Tangan di Ruas Jalan Pakusari–Glagahwero

  • 27 Agustus 2026
  • Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
saluran-mulai-dipenuhi-endapan-urc-dpupr-jember-turun-tangan-di-ruas-jalan-pakusari-glagahwero-20260828

Saluran Mulai Dipenuhi Endapan, URC DPUPR Jember Turun Tangan di Ruas Jalan Pakusari–Glagahwero

JEMBER, 27 AGUSTUS 2026 - Upaya menjaga kondisi infrastruktur jalan tidak hanya dilakukan dengan memperbaiki permukaan aspal. Kondisi saluran drainase di sisi jalan juga menjadi perhatian karena keberadaannya berperan penting dalam mengatur aliran air, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Melihat kondisi tersebut, DPUPR Kabupaten Jember melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) melakukan kegiatan normalisasi drainase di ruas Jalan Pakusari–Glagahwero, Kecamatan Kalisat pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan infrastruktur jalan dan lingkungan di sekitar ruas jalan. Tim URC turun langsung ke lapangan untuk membersihkan saluran dari material yang menghambat aliran air, mulai dari tanah, rumput liar, lumpur, hingga berbagai jenis sampah dan endapan yang menumpuk di dalam maupun di sekitar saluran.

Kondisi drainase yang sebelumnya dipenuhi tumbuhan liar dan endapan membuat kapasitas saluran tidak dapat bekerja secara maksimal. Jika dibiarkan dalam waktu lama, kondisi tersebut berpotensi menghambat perjalanan air ketika hujan. Karena itu, pembersihan dilakukan dengan mengembalikan fungsi saluran agar air dari lingkungan sekitar maupun limpasan permukaan jalan dapat mengalir dengan lebih baik.

Di lapangan, personel URC bekerja secara manual menggunakan peralatan sederhana untuk mengangkat material yang berada di dalam saluran. Vegetasi yang tumbuh terlalu lebat di sekitar drainase juga dipangkas agar akses menuju saluran menjadi lebih mudah sekaligus membuat kondisi bahu jalan terlihat lebih tertata.

Pekerjaan normalisasi ini juga dilakukan dengan memperhatikan kondisi saluran yang berada cukup dekat dengan badan jalan. Material hasil pembersihan dikumpulkan dan disingkirkan dari area saluran sehingga tidak kembali masuk dan menyebabkan penyumbatan. Dengan begitu, setelah pekerjaan selesai, jalur air diharapkan dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

Korwil Kalisat DPUPR Kabupaten Jember, Widiyono menjelaskan, normalisasi drainase merupakan salah satu pekerjaan pemeliharaan yang penting dilakukan secara berkala. Menurutnya, kondisi saluran sering kali tidak terlihat oleh pengguna jalan karena berada di bagian sisi jalan, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap kondisi jalan dalam jangka panjang.

“Drainase ini memang berada di sisi jalan, tetapi fungsinya sangat penting. Kalau saluran penuh endapan atau tertutup rumput dan material lainnya, aliran air bisa terganggu. Karena itu kami lakukan pembersihan dan normalisasi agar air bisa mengalir lebih lancar dan tidak menggenang di sekitar badan jalan,” ujarnya pada Kamis 27 Agustus 2026.

Ia menambahkan, pemeliharaan drainase tidak hanya dilakukan ketika terjadi persoalan. Pemeriksaan dan penanganan secara rutin diperlukan untuk mengetahui kondisi saluran sejak awal sehingga gangguan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Harapannya setelah dinormalisasi, saluran bisa bekerja lebih optimal. Kami juga mengimbau masyarakat di sekitar ruas jalan untuk ikut menjaga kebersihan saluran. Jangan membuang sampah atau material lain ke dalam drainase karena hal itu bisa kembali menyebabkan penyumbatan,” lanjutnya.

Keberadaan drainase yang berfungsi baik menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga kondisi badan jalan. Ketika air hujan dapat dialirkan melalui jalurnya, risiko air menggenang di tepi maupun permukaan jalan dapat diminimalkan. Kondisi tersebut menjadi semakin penting pada ruas jalan yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi dan menjadi akses masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. (yan)

Galeri Foto