logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember dan RSU Kaliwates Gelar Emergency Disaster Drill, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana di Lingkungan Rumah Sakit

  • 08 Juli 2026
  • Dibaca 36 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-dan-rsu-kaliwates-gelar-emergency-disaster-drill-perkuat-kesiapsiagaan-hadapi-bencana-di-lingkungan-rumah-sakit-20260709

BPBD Jember dan RSU Kaliwates Gelar Emergency Disaster Drill, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana di Lingkungan Rumah Sakit

JEMBER, 08 JULI 2026 - Upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pelayanan kesehatan terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Rumah Sakit Umum (RSU) Kaliwates.

Melalui kegiatan ratusan peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik penanganan kondisi darurat sebagai langkah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kegiatan ini berlangsung di RSU Kaliwates, Jalan Diah Pitaloka No. 4A, Kaliwates Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, pada Rabu, 08 Juli 2026.

Kegiatan yang mengusung konsep pelatihan terpadu tersebut diikuti sebanyak 212 peserta yang terdiri atas 180 orang staf RSU Kaliwates, 15 personel BPBD Kabupaten Jember, 9 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banyuwangi, serta 8 personel Pemadam Kebakaran.

Selain itu, kegiatan turut dihadiri unsur Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Satpol PP, serta sejumlah instansi terkait yang memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Undangan RS Umum Kaliwates tentang Technical Meeting Simulasi dan Disaster Plan.

Rangkaian kegiatan diawali sejak pukul 08.00 WIB melalui apel pembukaan yang dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M. Si., dilanjutkan sambutan sekaligus peresmian kegiatan oleh Direktur RSU Kaliwates, dr. Martha Nurani Putri.

Selanjutnya peserta memperoleh materi Dasar Manajemen Bencana yang disampaikan oleh Nanang Ahmad Fauzi, S.Si., kemudian materi Hakikat Api serta Penanggulangan Kebakaran oleh M. Yustaniar. Setelah sesi teori, peserta mengikuti gladi kotor sebagai persiapan sebelum pelaksanaan simulasi Disaster Drill yang menggambarkan penanganan situasi darurat secara nyata di lingkungan rumah sakit.

Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan prosedur evakuasi saat terjadi gempa bumi, teknik penyelamatan korban, koordinasi lintas instansi, hingga dasar-dasar pencarian dan pertolongan di kawasan perkotaan atau Urban Search and Rescue (Urban SAR).

Seluruh tahapan dirancang menyerupai kondisi kedaruratan yang sesungguhnya sehingga peserta mampu memahami pembagian tugas, jalur evakuasi, komunikasi darurat, serta pengambilan keputusan secara cepat dan tepat ketika menghadapi bencana.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun rumah sakit yang tangguh terhadap bencana. Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang harus tetap beroperasi saat kondisi darurat, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun terjadi bencana.

Melalui latihan yang dilakukan secara berkala, diharapkan setiap personel memahami standar operasional penanganan keadaan darurat sehingga mampu meminimalkan risiko terhadap pasien, tenaga kesehatan, maupun pengunjung rumah sakit.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M. Si., menyampaikan bahwa pelaksanaan Emergency Disaster Drill merupakan bentuk investasi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia menghadapi berbagai ancaman bencana.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak dapat dibangun hanya melalui teori, tetapi harus dibiasakan melalui latihan yang melibatkan seluruh unsur terkait agar koordinasi dapat berjalan efektif ketika menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya.

"Rumah sakit merupakan salah satu objek vital yang harus tetap mampu memberikan pelayanan meskipun berada dalam situasi bencana. Oleh karena itu, kesiapan seluruh personel harus terus ditingkatkan melalui pelatihan dan simulasi yang terencana. Kami berharap seluruh peserta memahami peran masing-masing, mampu mengambil tindakan yang cepat dan tepat, serta memperkuat koordinasi antarinstansi sehingga apabila terjadi keadaan darurat, dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan," ujar Edy Budi Susilo.

Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta mengikuti setiap materi dan simulasi dengan antusias. Proses latihan berlangsung aman, tertib, dan terkendali hingga seluruh rangkaian selesai pada pukul 13.00 WIB.

Melalui sinergi antara BPBD Kabupaten Jember, RSU Kaliwates, Dinas Kesehatan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Satpol PP, serta instansi pendukung lainnya, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya sadar bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur pelayanan kesehatan dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan di Kabupaten Jember. (bob)

Galeri Foto