Bunga Desaku: Dinsos PPPA Jember Sambangi Lansia di Mayang, Salurkan Bantuan Hingga Alat Bantu Jalan
- 23 Juli 2026
- Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
Bunga Desaku: Dinsos PPPA Jember Sambangi Lansia di Mayang, Salurkan Bantuan Hingga Alat Bantu Jalan
JEMBER, 22 JULI 2026 – Menjelang peluncuran Program Home Care oleh Bupati Jember, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) kembali melaksanakan home visit kepada sejumlah warga lanjut usia (lansia) di Kecamatan Mayang, Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Program Bunga Desaku sekaligus langkah awal pendataan calon penerima layanan Home Care.
Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Dinsos PPPA Jember, Akhmad Helmi Luqman, S.Sos., bersama tim pendamping. Selain melakukan asesmen terhadap kondisi kesehatan dan sosial para lansia, tim juga menyalurkan berbagai bantuan sesuai kebutuhan masing-masing penerima.
Sebanyak lima lansia menjadi sasaran home visit kali ini. Di Desa Mrawan, bantuan diberikan kepada Bu Salma dan Bu Diah berupa paket sembako, kasur lipat, serta sandang. Sementara itu, Bu Rofi'ah, warga Desa Mayang, menerima paket sembako, sandang, kasur lipat, serta walker atau alat bantu jalan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Adapun dua lansia lainnya, yakni Lima, warga Desa Seputih, dan Jesmani, warga Desa Sidomukti, memperoleh bantuan berupa kursi roda, paket sembako, dan kasur lipat sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas dan kebutuhan dasar mereka.
Kepala Dinsos PPPA Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengatakan bahwa kegiatan home visit ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Program Home Care yang akan resmi diluncurkan Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., pada Jumat, 24 Juli 2026.
Menurut Helmi, Program Home Care menjadi salah satu inovasi layanan kesehatan yang mengedepankan pendekatan jemput bola dengan mendatangi langsung warga yang membutuhkan, khususnya lansia dan masyarakat dengan keterbatasan mobilitas.
"Melalui program ini, masyarakat tidak perlu kesulitan mengakses layanan kesehatan. Tenaga kesehatan akan datang ke rumah untuk melakukan pemeriksaan dan pendampingan. Jika ditemukan penyakit kronis atau memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien dapat langsung dikonsultasikan melalui layanan video call dengan dokter umum maupun dokter spesialis sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan tepat," ujarnya.
Helmi juga mengajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk ikut berperan aktif mendampingi para lansia. Menurutnya, keberhasilan Program Home Care tidak hanya bergantung pada pelayanan pemerintah, tetapi juga dukungan keluarga dalam merawat dan memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarganya.
"Semangat gotong royong dan kepedulian keluarga menjadi bagian penting agar kondisi kesehatan para penerima layanan Home Care dapat terus membaik dan kualitas hidup mereka semakin meningkat," pungkasnya. (wln)