Kerja Bakti Cepat Tanggap Pasca Angin Kencang di Patrang, Pohon Tumbang Berhasil Dievakuasi dan Aliran Sungai Rembangan Kembali Lancar
- 24 Februari 2026
- Dibaca 284 Kali
Bagikan Via:
Kerja Bakti Cepat Tanggap Pasca Angin Kencang di Patrang, Pohon Tumbang Berhasil Dievakuasi dan Aliran Sungai Rembangan Kembali Lancar
Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPBD setempat melaksanakan kegiatan kerja bakti pasca kejadian angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Patrang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 23 Februari 2026 pukul 15.00 WIB di kawasan Sungai Rembangan, tepatnya di belakang RS Paru. Laporan kegiatan ini disampaikan kepada Bupati Jember dengan tembusan kepada Kepala BNPB di Jakarta, Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Sekda Kabupaten Jember, serta Camat Patrang. Kerja bakti dilakukan sebagai bentuk respons cepat atas dampak hujan deras disertai angin kencang yang sebelumnya terjadi di wilayah tersebut.
Peristiwa bermula pada Minggu, 20 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB ketika hujan turun dengan intensitas cukup tinggi disertai angin kencang. Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 16.00 WIB, sebuah pohon bendo berdiameter kurang lebih 250 sentimeter tumbang. Pohon tersebut menimpa satu unit rumah milik Wagimu (61), menyebabkan kerusakan ringan pada bagian bangunan. Selain itu, batang pohon yang besar juga menghalangi aliran Sungai Rembangan sehingga berpotensi menimbulkan genangan dan risiko banjir apabila tidak segera ditangani. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada pihak terkait untuk dilakukan penanganan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersama pihak Kelurahan Jember Lor, Destana Jember Lor, serta masyarakat sekitar melakukan asesmen dan koordinasi lapangan. Tim gabungan kemudian melaksanakan pemotongan dan evakuasi batang pohon yang tumbang dengan menggunakan peralatan yang tersedia. Proses evakuasi menghadapi kendala berupa arus sungai yang deras serta sebagian batang pohon yang terendam aliran air, sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra. Meski demikian, berkat kerja sama dan gotong royong seluruh unsur yang terlibat, proses pembersihan dapat diselesaikan pada pukul 14.00 WIB dan tim kembali ke mako setelah kegiatan rampung.
Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa batang pohon yang sebelumnya menghalangi aliran Sungai Rembangan berhasil dievakuasi sehingga aliran air kembali normal. Rumah milik Wagimu yang mengalami kerusakan ringan juga telah diperbaiki secara mandiri oleh pemiliknya. Kondisi terkini di lokasi dinyatakan aman dan terkendali, serta tidak ditemukan potensi bahaya lanjutan. Kayu hasil pemotongan pohon telah diamankan agar tidak kembali terbawa arus sungai.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem sebagaimana rilis resmi BMKG untuk periode 21–28 Februari 2026 di wilayah Jawa Timur. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dinilai penting guna meminimalkan risiko apabila terjadi hujan lebat dan angin kencang susulan. Sinergi antara BPBD, pemerintah kelurahan, Destana, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penanganan kejadian ini. Dengan respons cepat dan kolaborasi yang solid, dampak bencana dapat ditekan sehingga situasi tetap kondusif dan terkendali.