Sambut Masa Depan Tanpa Perundungan, Siswa dan Guru Antusias Ikuti Sosialisasi Sekolah Ramah Anak
- 17 Juli 2026
- Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
Sambut Masa Depan Tanpa Perundungan, Siswa dan Guru Antusias Ikuti Sosialisasi Sekolah Ramah Anak
JEMBER, 17 JULI 2026 – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember menghadirkan materi pencegahan kekerasan, antiperundungan (bullying), dampak kenakalan remaja, serta perlindungan hak anak dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 1 Arjasa, Kamis 17 Juli 2026. Sosialisasi ini disambut riuh tepuk tangan dan antusiasme tinggi dari ratusan siswa baru beserta jajaran guru yang memadati aula sekolah.
Sepanjang kegiatan, para siswa dan guru tampak menyimak materi dengan saksama. Momentum ini sekaligus menegaskan peran sekolah sebagai garda terdepan dalam menciptakan ruang belajar yang aman bagi anak.
Guru pendamping SMPN 1 Arjasa, Drs. Setyo Martono, mengungkapkan rasa syukurnya atas inisiatif tersebut. Kata dia, para guru merasa terbantu dengan kehadiran Dinsos PPPA Jember.
"Antusiasme anak-anak hari ini membuktikan bahwa mereka sebenarnya haus akan edukasi seperti ini. Ini modal penting bagi kami, para guru, untuk terus mengawal lingkungan sekolah agar tetap sehat secara mental dan fisik," ungkapnya, Jumat 17 Juli 2026.
Di balik kemeriahan kegiatan, tersimpan harapan besar yang hendak disampaikan melalui sosialisasi ini. Bagi Dinsos PPPA, kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan agenda tahunan MPLS, melainkan batu loncatan untuk membangun ekosistem pendidikan yang humanis.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember, Sugeng Riyadi, S.E., berharap pembekalan yang diberikan sejak hari pertama masuk sekolah ini mampu menanamkan benih empati yang kuat di hati para siswa.
"Harapan besar kami, sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Jember mampu bertransformasi menjadi 'Sekolah Ramah Anak' yang sesungguhnya, sebuah tempat di mana tidak ada lagi siswa yang merasa terancam, terisolasi, atau takut untuk mengekspresikan potensi terbaik mereka," ujarnya.
Melalui sinergi antara semangat belajar siswa, komitmen perlindungan para guru, serta pengawasan dari dinas terkait, harapan baru pun terbentang: melahirkan generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (ysf)