logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Santri Husada Berlanjut, Jember Siapkan Pengembangan Guru Husada di Pesantren

  • 01 Oktober 2026
  • Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
santri-husada-berlanjut-jember-siapkan-pengembangan-guru-husada-di-pesantren-20261002

Santri Husada Berlanjut, Jember Siapkan Pengembangan Guru Husada di Pesantren

JEMBER, 01 OKTOBER 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus mengembangkan program Pesantren Sehat dengan mendorong keberlanjutan pemberdayaan kesehatan di lingkungan pesantren. Setelah program Santri Husada berjalan, penguatan berikutnya diarahkan melalui pengembangan Guru Husada sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pembinaan kesehatan di pesantren.

Penguatan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat Kabupaten Jember yang digelar Rabu, 30 September 2026, di Aula Bawah Pemkab Jember. Kegiatan diselenggarakan Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember melalui Bidang Kesehatan Masyarakat dengan melibatkan organisasi perangkat daerah, akademisi, organisasi masyarakat, CSR, BPOM, Baznas, TP PKK, rumah sakit, Kementerian Agama, serta lintas program terkait.

Program Pesantren Sehat diarahkan tidak hanya pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pemberdayaan warga pesantren agar memiliki kemampuan menjaga kesehatan secara mandiri. Karena itu, keberadaan sumber daya manusia di lingkungan pesantren menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan program.

Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Malik Afif, S.KM., M.Kes., mengatakan pemberdayaan pesantren perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan OPD yang memiliki program berkaitan dengan fasilitas dan pengembangan pesantren.

“Pemberdayaan pesantren perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan OPD terkait yang memiliki program-program yang mendukung fasilitas dan pengembangan pesantren. Selanjutnya, program Santri Husada diharapkan dapat berkelanjutan melalui Guru Husada, sehingga pembinaan dapat berjalan secara kontinu oleh guru yang menetap di lingkungan pesantren,” katanya.

Pengembangan Guru Husada menjadi langkah lanjutan untuk menjaga agar edukasi dan pemberdayaan kesehatan tetap berjalan di lingkungan pesantren. Guru yang menetap di pesantren memiliki kedekatan dengan santri dan lingkungan pendidikan, sehingga dapat menjadi bagian dari penggerak pembiasaan perilaku hidup sehat.

Kolaborasi lintas OPD juga dibutuhkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pesantren. Setiap sektor dapat memberikan dukungan sesuai program dan kewenangannya, sementara puskesmas tetap berperan dalam pendampingan kesehatan di wilayah masing-masing.

Selain itu, keterlibatan akademisi, organisasi masyarakat, dunia usaha, BPOM, Baznas, TP PKK, rumah sakit, dan Kementerian Agama membuka ruang pengembangan program secara lebih luas. Sinergi tersebut diharapkan membuat pemberdayaan pesantren tidak berjalan secara parsial, tetapi saling melengkapi.

Dengan pengembangan dari Santri Husada menuju Guru Husada, program Pesantren Sehat Jember diarahkan memiliki keberlanjutan di tingkat pesantren. Pembinaan kesehatan diharapkan dapat berlangsung secara kontinu melalui sumber daya yang berada di lingkungan pesantren sekaligus didukung oleh pemerintah dan lintas sektor terkait. (fam)

Galeri Foto