logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Santri Terpaksa Menumpang Mandi, BPBD Jember Temukan Masalah pada Sumur Pesantren

  • 15 Oktober 2026
  • Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
santri-terpaksa-menumpang-mandi-bpbd-jember-temukan-masalah-pada-sumur-pesantren-20261015

Santri Terpaksa Menumpang Mandi, BPBD Jember Temukan Masalah pada Sumur Pesantren

JEMBER, 15 OKTOBER 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen terhadap keluhan keterbatasan air bersih di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Khoirot, Jalan Agus Salim Nomor 90, Desa Panti, Kecamatan Panti, Rabu 14 Oktober 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, permasalahan air bersih yang dialami pondok pesantren tersebut dinilai bukan disebabkan oleh bencana kekeringan, melainkan persoalan teknis pada sumur yang menjadi sumber utama kebutuhan air para santri dan keluarga pengasuh.

Asesmen dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember sebagai tindak lanjut atas surat permohonan bantuan air bersih dari Camat Panti dengan nomor 300/23/349/35.09.14/2026.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim menemukan bahwa Ponpes Mambaul Khoirot hanya mengandalkan satu sumur untuk memenuhi kebutuhan air bagi 16 orang, terdiri atas 12 santri dan empat anggota keluarga pengasuh. Memasuki musim kemarau, ketersediaan air dari sumur tersebut dinilai tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini telah dirasakan selama sekitar satu pekan terakhir. Ketika persediaan air di pondok tidak mencukupi, para santri terpaksa menumpang mandi di masjid milik warga sekitar. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum, mereka mengambil air dari perusahaan air minum di kawasan Ampo.

Personel TRC BPBD Kabupaten Jember, Muhammad Asrio Putra, menjelaskan bahwa tim tidak hanya memeriksa kondisi sumber air di lingkungan pondok pesantren, tetapi juga melakukan koordinasi dan pengecekan terhadap sumur warga di sekitarnya.

“Dari hasil asesmen, kami menemukan bahwa kendala air bersih di Ponpes Mambaul Khoirot berkaitan dengan keterbatasan fungsi atau kapasitas sumur yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan penghuni pondok. Sementara itu, berdasarkan pengecekan di lapangan, sumur warga di sekitar lokasi masih mencukupi,” jelas Asrio.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sumur milik warga sekitar memiliki kedalaman sekitar enam hingga delapan meter dan masih dapat memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Tim juga tidak menemukan keluhan kekurangan air bersih dari masyarakat yang tinggal di sekitar pondok pesantren.

Meski demikian, terdapat keluhan lain dari warga mengenai kondisi lahan persawahan di sebelah pondok pesantren yang mengalami kekurangan air. Persoalan tersebut berkaitan dengan terbatasnya pasokan irigasi untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Berdasarkan temuan tersebut, BPBD Jember menyimpulkan bahwa keluhan air bersih di Ponpes Mambaul Khoirot tidak memenuhi indikasi sebagai dampak bencana kekeringan di lingkungan sekitar. Permasalahan lebih mengarah pada kondisi teknis sumur yang digunakan pondok pesantren, mengingat sumber air warga di sekitarnya masih mencukupi.

Sebagai tindak lanjut, BPBD Jember merekomendasikan perbaikan sumur di lingkungan pondok pesantren agar dapat kembali memenuhi kebutuhan air para santri dan keluarga pengasuh. Penghuni pondok juga diimbau menghemat penggunaan air serta memanfaatkan sumber air alternatif yang tersedia.

Melalui asesmen ini, BPBD Jember berupaya memastikan bahwa penanganan keluhan masyarakat didasarkan pada kondisi nyata di lapangan. Langkah tersebut sekaligus menjadi dasar untuk menentukan bentuk penanganan yang sesuai dengan penyebab permasalahan, sehingga bantuan dapat diarahkan secara tepat sasaran.

Kegiatan asesmen yang melibatkan BPBD Jember, pihak Ponpes Mambaul Khoirot, perangkat RT/RW, dan warga setempat tersebut berlangsung hingga pukul 14.30 WIB tanpa kendala berarti. (bob)

Galeri Foto