Santunan Ramadan di Bagorejo Gumukmas: Anak Yatim, Disabilitas dan Warga Terlantar Terima Bantuan
- 14 Maret 2026
- Dibaca 335 Kali
Bagikan Via:
Santunan Ramadan di Bagorejo Gumukmas: Anak Yatim, Disabilitas dan Warga Terlantar Terima Bantuan
JEMBER, 14 MARET 2026 – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, untuk memperkuat kepedulian sosial melalui kegiatan santunan bagi anak yatim, penyandang disabilitas, dan warga terlantar. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh nuansa silaturahmi di kediaman Kepala Desa Bagorejo, Atok Urrohman, Sabtu sore, 14 Maret 2026.
Sejak menjelang acara dimulai, suasana di kediaman kepala desa tampak ramai oleh kehadiran warga yang ingin menyaksikan sekaligus terlibat dalam kegiatan tersebut. Sejumlah pemuda desa turut membantu menyiapkan berbagai kebutuhan acara, mulai dari pengaturan tempat duduk hingga penataan paket bantuan yang akan dibagikan.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB itu dihadiri puluhan penerima manfaat yang datang bersama wali masing-masing. Mereka menerima santunan secara langsung dari jajaran Pemerintah Desa Bagorejo. Paket bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, minyak goreng, telur, serta bahan pangan lainnya, disertai bantuan tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan selama Ramadan.
Kepala Desa Bagorejo, Atok Urrohman, mengatakan bahwa kegiatan santunan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk kepedulian nyata kepada warga yang membutuhkan. Ia menuturkan, gagasan kegiatan ini juga muncul dari aspirasi masyarakat yang berharap agar perhatian terhadap kelompok rentan semakin ditingkatkan, khususnya di bulan suci.
“Pada Ramadan 1447 Hijriah ini, kami ingin memastikan kebahagiaan tidak hanya dirasakan sebagian orang. Anak yatim, saudara-saudara penyandang disabilitas, serta warga yang kurang beruntung juga berhak merasakan kebahagiaan yang sama,” ujarnya.
Menurut Atok, Ramadan merupakan momentum tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan rasa empati antarsesama warga. Ia menekankan pentingnya membangun budaya inklusif di tengah masyarakat desa, sehingga tidak ada warga yang merasa terpinggirkan.
“Kepedulian sosial menjadi kunci memperkuat persaudaraan di desa. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban ekonomi sekaligus memberi semangat bahwa mereka tetap menjadi bagian penting dari masyarakat Bagorejo,” katanya.
Sejumlah perwakilan lembaga kemasyarakatan desa juga hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemerintah desa dan menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi mengembangkan program sosial serupa di masa mendatang. Beberapa pihak bahkan turut menyalurkan tambahan bantuan kepada para penerima manfaat.
Salah satu penerima bantuan, seorang ibu yang memiliki anak penyandang disabilitas, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah desa. Dia juga mengaku bersyukur atas bantuan ini. Kata dia, di bulan Ramadan, kebutuhan bertambah, sehingga bantuan ini sangat berarti bagi keluarganya.
Kegiatan santunan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin seorang kiai dari masjid desa setempat. Doa dipanjatkan agar seluruh masyarakat desa senantiasa diberi kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Usai doa bersama, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan buka puasa bersama. Senyum para penerima santunan menjadi gambaran bahwa kebahagiaan terasa lebih bermakna ketika dibagikan bersama. Pemerintah Desa Bagorejo pun berkomitmen untuk terus mengembangkan program sosial yang inklusif dan berkelanjutan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh warga desa. (rir)