Sekda Jember Turun Langsung ke Lokasi Banjir di Kelurahan Kepatihan, Ajak Warga Bergotong Royong Atasi Dampak Luapan Sungai Bedadung
- 18 Desember 2025
- Dibaca 537 Kali
Bagikan Via:
Sekda Jember Turun Langsung ke Lokasi Banjir di Kelurahan Kepatihan, Ajak Warga Bergotong Royong Atasi Dampak Luapan Sungai Bedadung
Jember, 17 Desember 2025 - Banjir besar akibat hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Senin (15/12/2025) telah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, termasuk Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.Luapan Sungai Bedadung menyebabkan ratusan rumah warga terendam air setinggi lutut hingga pinggang, menjadikan peristiwa ini sebagai banjir terparah yang dialami warga setempat dalam beberapa tahun terakhir.Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Akhmad Helmi Luqman, yang baru saja dilantik sebagai Penjabat Sekda pada 25 November 2025,langsung turun ke lapangan didampingi Lurah Kepatihan Awan Sugiarto S.Sos., MM., serta tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait untuk meninjau lokasi terdampak.
Berdasarkan laporan BPBD Jember, banjir yang dimulai sejak malam Senin akibat debit air Sungai Bedadung yang melonjak drastis telah memengaruhi lebih dari 1.200 kepala keluarga (KK) di berbagai kecamatan, termasuk Kaliwates, Patrang, Sumbersari, Pakusari, Rambipuji, Kalisat, dan Ledokombo.Di Kelurahan Kepatihan, wilayah paling parah adalah RW 22, 25, dan 26, di mana ratusan rumah terendam, mengganggu aktivitas sehari-hari penduduk dan menyebabkan kerugian materiil mencapai puluhan juta rupiah. "Air naik begitu cepat, kami tidak sempat menyelamatkan semua barang. Ini banjir terbesar yang kami alami di sini," ujar salah seorang warga RW 25 yang enggan disebut namanya.
Sekda Akhmad Helmi Luqman menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah ini. "Kami sangat prihatin dengan kondisi saudara-saudara kita di Kelurahan Kepatihan. Banjir ini memang luar biasa karena hujan ekstrem, tapi kami akan segera bergerak untuk memberikan bantuan," katanya di lokasi banjir. Ia juga meminta warga untuk tetap bersabar sembari menunggu bantuan pemerintah daerah. Lebih lanjut, Sekda mengajak seluruh warga dan masyarakat Jember untuk bergotong royong dalam mengatasi dampak banjir. "Mari kita bersama-sama membersihkan saluran air, memperkuat tanggul sungai, dan saling bantu antar tetangga. Gotong royong adalah kunci untuk pulih dari bencana seperti ini," tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Jember telah menyiapkan posko darurat di kelurahan tersebut untuk mendistribusikan bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan.Tim BPBD sedang melakukan evakuasi bagi keluarga yang rumahnya terendam parah, terutama lansia dan anak-anak. Meski banjir mulai surut di beberapa wilayah,sayangnya, satu lansia ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di tepi sungai. Selain itu, infrastruktur seperti tiga jembatan rusak akibat banjir bandang dan longsor yang menyertai.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan hujan lebat di wilayah Jember. Pemerintah daerah berjanji akan terus memantau situasi dan memberikan update terkini melalui saluran resmi, sambil mengakui tantangan seperti keterbatasan personel dalam penanganan bencana.