Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Cakupan Imunisasi ORI Campak di Silo II Melonjak Drastis Berkat Penguatan Advokasi dan Dukungan Lintas Sektor
- 09 April 2026
- Dibaca 374 Kali
Bagikan Via:
Cakupan Imunisasi ORI Campak di Silo II Melonjak Drastis Berkat Penguatan Advokasi dan Dukungan Lintas Sektor
JEMBER, 9 April 2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember melalui Kepala Puskesmas Silo II melaporkan capaian imunisasi ORI Campak di wilayah kerjanya mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Lonjakan ini merupakan hasil dari penguatan advokasi, supervisi, serta kolaborasi intensif bersama berbagai mitra strategis dan stakeholder di tingkat desa.
Melalui pendekatan lintas sektor, Dinas Kesehatan bersama UNICEF, Kepala Puskesmas Silo II beserta jajaran telah melakukan berbagai upaya strategis, di antaranya supervisi pelaksanaan ORI Campak di KB YPMA, silaturahmi dengan Ketua Fatayat NU, serta advokasi kepada pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Silo II. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat dukungan masyarakat terhadap pentingnya imunisasi, khususnya dalam rangka pencegahan penyakit campak.Pendekatan yang mengedepankan komunikasi persuasif dan keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat. Hal ini berdampak langsung pada menurunnya angka penolakan imunisasi yang sebelumnya masih menjadi tantangan di lapangan.Perkembangan menggembirakan tersebut tercermin dari laporan capaian per 8 April 2026. Cakupan imunisasi di wilayah Puskesmas Silo II meningkat drastis dibandingkan kondisi awal yang hanya berada di kisaran 25–30 persen. Peningkatan ini menjadi indikator kuat bahwa sinergi antara tenaga kesehatan dan seluruh elemen masyarakat berjalan dengan baik.Kepala Puskesmas Silo II, Sobirin, S.Kep., Ners., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kontribusi semua pihak dalam mendukung program imunisasi. “Alhamdulillah, luar biasa, dengan adanya dukungan baik melalui medsos atau langsung juga pendampingan dari stakeholder, jajaran pemerintah desa (Kades, PKK, Kasun/RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat) berdampak besar terhadap keberhasilan program, khususnya ORI Campak di wilayah PKM Silo II. Penolakan sangat menurun, sehingga capaian yang awal di kisaran 25–30% meningkat tajam. Per 8 April 2026 kemarin, capaian sasaran usia 9–12 bulan 90,24%, usia 13–24 bulan 72,06%, usia 25 bulan–59 bulan 72,28%. Kurang sedikit lagi. Semoga hari ini Kamis, 9 April 2026, hari terakhir ORI Campak sukses dan kami berharap dukungan semua pihak serta pendampingan lintas sektor dan jajaran desa tetap kami harapkan. Semoga ORI Campak di wilayah Puskesmas Silo II mencapai 100%, sehingga terwujud kekebalan kelompok pada penyakit campak. Aamiin.” ujar Sobirin.Dinas Kesehatan menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Strategi advokasi yang melibatkan berbagai unsur dinilai mampu memberikan dampak cepat dan signifikan terhadap peningkatan cakupan imunisasi.Ke depan, pola pendekatan ini akan terus diperkuat dan dijadikan model dalam pelaksanaan program kesehatan lainnya, guna memastikan seluruh sasaran dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan. (ken)