Semarak Kirab Budaya Sedekah Bumi Warnai Ambulu, Wujud Syukur yang Terus Dijaga
- 19 Juli 2026
- Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
Semarak Kirab Budaya Sedekah Bumi Warnai Ambulu, Wujud Syukur yang Terus Dijaga
JEMBER, 19 JULI 2026 - Suasana semarak mewarnai Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, pada Sabtu, 18 Juli 2026 dalam pembukaan Kirab Budaya Sedekah Bumi. Berbagai kelompok seni dan masyarakat berjalan bersama mengawali kirab dari Sanggar Seni Kartika Budaya menuju Alun-Alun Ambulu.
Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian tradisi Sedekah Bumi yang hingga kini tetap lestari sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas nikmat kehidupan dan hasil bumi yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Kirab budaya berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kesenian tradisional, busana adat, hasil bumi, serta atraksi budaya yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan iring-iringan peserta yang menampilkan kekayaan budaya lokal. Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai warisan budaya daerah.
Tradisi Sedekah Bumi merupakan salah satu budaya yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen, keselamatan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan modernisasi, tradisi tersebut tetap dipertahankan karena mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap budaya leluhur.
Pimpinan Sanggar Seni Kartika Budaya, Enys Kartika, mengatakan bahwa Kirab Budaya Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus menjaga tradisi agar tidak tergerus perkembangan zaman.
"Sedekah Bumi adalah warisan budaya yang mengajarkan rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap generasi muda terus mencintai budaya daerah sehingga tradisi ini tetap hidup dan dapat diwariskan kepada anak cucu di masa mendatang," ujarnya
Menurutnya, pelaksanaan kirab budaya juga menjadi bukti bahwa modernisasi tidak harus menghilangkan nilai-nilai tradisi. Justru melalui kolaborasi antara pelaku seni, masyarakat, dan generasi muda, budaya lokal dapat dikemas lebih menarik tanpa meninggalkan makna yang terkandung di dalamnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember, Agung Nugroho, S.Sos., mengatakan bahwa Kirab Budaya Sedekah Bumi merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya yang perlu terus dijaga bersama. Menurutnya, tradisi yang diwariskan oleh para leluhur tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, serta rasa syukur yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
"Kirab Budaya Sedekah Bumi menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan tradisi sebagai bagian dari identitas Kabupaten Jember. Kami berharap kegiatan ini terus berkelanjutan dan menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat," ujarnya.
Kirab Budaya Sedekah Bumi di Ambulu menjadi pembuka rangkaian kegiatan budaya yang sarat makna. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga memperkuat persatuan, melestarikan kearifan lokal, serta menegaskan bahwa budaya merupakan identitas yang harus terus dijaga. Semangat syukur yang diwariskan para leluhur pun tetap hidup di tengah arus modernisasi, menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. (af)