logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Sempat Dirawat di RSJ Lawang, Warga Wirolegi Akhirnya Diperbolehkan Pulang Setelah Kondisinya Berangsur Membaik

  • 05 Agustus 2026
  • Dibaca 36 Kali
Bagikan Via:
sempat-dirawat-di-rsj-lawang-warga-wirolegi-akhirnya-diperbolehkan-pulang-setelah-kondisinya-berangsur-membaik-20260805

Sempat Dirawat di RSJ Lawang, Warga Wirolegi Akhirnya Diperbolehkan Pulang Setelah Kondisinya Berangsur Membaik

JEMBER, 05 AGUSTUS 2026 – Didit, warga Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, akhirnya kembali ke rumah setelah menjalani perawatan selama sekitar satu bulan di Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Kabupaten Jember dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Kabupaten Malang. Kepulangannya dilakukan setelah kondisi kejiwaannya dinyatakan berangsur membaik.

Relawan Ben Sromben, Arief Cahyono, mengatakan Didit dibawa ke Liposos dikarenakan kondisi gangguan jiwanya kembali kambuh, sehingga membuatnya bertindak agresif dan membahayakan orang-orang sekitarnya.

"Saat kambuh dia mengamuk. Bahkan ibunya sempat hendak dicekik dan pamannya juga sempat digigit bagian bahunya," ujar Arief sembari menunjuk bahu, Rabu 05 Agustus 2026.

Menurutnya, sebelum dirujuk ke RSJ Lawang, Didit terlebih dahulu menjalani perawatan di Liposos Jember selama sekitar dua minggu. Selanjutnya, ia menjalani perawatan lanjutan di RSJ Lawang selama dua minggu untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.

“Jadi kurang lebih sudah empat minggu dia mendapatkan perawatan,” ulas Arief, Relawan Ben Sromben yang kerap menangani orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Kelurahan Wirolegi dan sekitarnya.

Setelah kondisi kejiwaannya dinilai membaik, Didit lalu dikembalikan ke Liposos sebelum akhirnya dipulangkan ke rumahnya yang berada di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari.

Arief menjelaskan, selama menjalani pengobatan, dikabarkan kondisi Didit menunjukkan perkembangan yang positif. Meski demikian, proses pemulihan belum sepenuhnya selesai sehingga pengobatan harus tetap dilanjutkan secara rutin.

“Tadi sudah kami sampaikan untuk terus minum obat yang sudah disediakan. Kalau obatnya putus, bisa kambuh lagi. Karena itu harus rutin kontrol dan minum obat sesuai anjuran,” katanya.

Lurah Wirolegi, Athur Robby Tantra, S.STP, M.M., menjelaskan, dalam hal ini Pemerintah Kelurahan Wirolegi mendampingi proses penyerahan kembali warga yang dimaksud, dari Dinas Sosial kepada pihak keluarga.

Ia mengatakan, pendampingan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada warganya agar proses reintegrasi pasien ke keluarga berjalan dengan baik.

“Sebelumnya pasien telah menjalani perawatan di rumah sakit dan hari ini sudah dinyatakan membaik sehingga diserahkan kembali kepada keluarga,” ujarnya.

Menurut Lurah Athur, keluarga memiliki peran penting dalam mendukung proses pemulihan pasien setelah kembali ke rumah. Karena itu, ia berharap keluarga dapat terus memberikan perhatian dan pendampingan agar kondisi pasien tetap stabil.

“Pemerintah Kelurahan Wirolegi berharap pasien dan keluarga selalu diberikan kesehatan, keberkahan, serta dapat menjalani kehidupan dengan baik setelah kembali ke rumah,” pungkasnya. (fat)

Galeri Foto