Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat Mumbulsari di Acara Bunga Desaku, Mulai dari Jalan Sempit hingga Sim C
- 08 April 2026
- Dibaca 152 Kali
Bagikan Via:
Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat Mumbulsari di Acara Bunga Desaku, Mulai dari Jalan Sempit hingga Sim C
JEMBER, 08 APRIL 2026 - Pasca sambutan sekaligus Sosialisasi Program Kerja Unggulan dalam Bunga Desaku di PTPN Mumbulsari, Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait), berlanjut pada sesi serap aspirasi dari masyarakat yang hadir. Acara yang dihadiri oleh sekitar 1000 warga mumbulsari ini berjalan meriah dan lancar, Senin malam 06 April 2026.
Muhammad Tohir, salah satu warga Desa Kawangrejo yang ditunjuk oleh perangkat desa untuk mewakili daerahnya selaku tokoh masyarakat. Ia menyampaikan ada akses jalan yang menuju dusun terlalu sempit sehingga lalu lalang kendaraaan sering terhambat dan menimbulkan kemacetan.
"Sempat diinisiasi oleh warga sekitar untuk gotong royong melebarkan jalan hingga kurang lebih menelan anggaran 80 juta," lanjutnya.
Tohir juga mengatakan keterbatassan anggaran dan sumber daya manusia yang minim mengakibatkan ketidakmaksimalan hasil perbaikan. Ia memohon kepada Gus Bupati untuk bisa memberikan solusi yang efektif bagi permasalahan ini.
"Dan sampai sekarang, jalannya masih belum sempurna. Jadi saya memohon ke Gus Bupati untuk menjadi catatan," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Gus Fawait mengutarakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk Kepala Desa untuk penyurveyan terlebih dahulu.
Selain itu, salah seorang tokoh pemuda mengajukan aspirasi lain. Ia meminta kepada Gus Bupati dan Wakapolres untuk pembuatan sim c agar lebih murah lagi, tidak dengan harga tinggi. Karena ini merupakan sering menjadi permasalahan bagi orang yang kurang mampu.
"Kepada Gus dan Pak Wakapolres yang hadir, tolong untuk ngampra (buat) SIM itu jangan mahal mahal ya, Pak," ujarnya.
Mahalnya pembuatan sim tidak sejalan dengan kelancaran pengurusan administrasi, sebab tak jarang selain harganya yang tinggi juga sering dipersulit dalam pengurusan administrasinya, sehingga membuat banyaknya keluhan warga terhadap polemik tersebut.
"Selain jangan mahal-mahal, juga jangan dipersulit itu buatnya. Di sini hitungannya sudah bayar masih dipersulit," pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Gus Fawait menyampaikan bahwa permasalahan tersebut di luar kewenangan pihak kabupaten, karena jika ingin mengajukan penurunan biaya ke gubernur. Namun, Gus Fawait memberikan solusi dengan akan menyampaikan aspirasi ini kepada pihak yang memiliki kewenangan.
"Pak, untuk masalah ini itu di luar kewenangan Pemkab Jember, karena itu naungan langsung gubernur. Tapi ya nanti saya bisa sampaikan ke atas," jawabnya. (nov)