logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Tak Disangka Saat Verval Tetangga, Lurah Patrang Temukan Pasutri Tinggal di Rumah Anyaman Bambu Berlubang

  • 13 Agustus 2026
  • Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
tak-disangka-saat-verval-tetangga-lurah-patrang-temukan-pasutri-tinggal-di-rumah-anyaman-bambu-berlubang-20260814

Tak Disangka Saat Verval Tetangga, Lurah Patrang Temukan Pasutri Tinggal di Rumah Anyaman Bambu Berlubang

JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 – Langkah Lurah Patrang Haryono bersama tim saat melakukan verifikasi faktual (verval) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di rumah seorang warga bernama Sukli di Lingkungan Darungan Cangkring, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kamis 13 Agustus 2026, berubah menjadi momen yang mengundang haru.

Di samping rumah yang sedang diverifikasi, Haryono melihat sebuah bangunan sederhana dari anyaman bambu yang kondisinya tampak sangat memprihatinkan. Rasa penasaran membuatnya bersama tim mendatangi rumah tersebut. Betapa terkejutnya mereka ketika mengetahui rumah itu dihuni pasangan suami istri Juhardi dan Asma, yang telah bertahun-tahun tinggal di hunian yang nyaris tak layak ditempati.

Rumah berukuran sekitar 4 x 4 meter itu dipenuhi dinding anyaman bambu yang berlubang di banyak bagian, sehingga cahaya matahari bebas menembus ke dalam. Atap bangunan terlihat tua dan rapuh, sementara ruang tidur pasangan tersebut hanya dibatasi selembar kain. Di bagian dapur, Juhardi dan Asma masih memasak menggunakan kayu bakar, menandakan keterbatasan yang mereka hadapi setiap hari.

Melihat kondisi tersebut, Haryono langsung meminta tim melakukan pendataan terhadap rumah Juhardi dan Asma. Ia berjanji akan mengupayakan agar rumah tersebut diusulkan ke Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendapatkan bantuan melalui program RTLH.

“Setelah kami melihat langsung, kondisi rumah ini memang sangat tidak layak untuk hunian. Kami akan mengusulkan agar rumah ini bisa masuk dalam pendataan RTLH kepada Pemerintah Kabupaten Jember,” ujar Haryono.

Menurutnya, verifikasi faktual di lapangan sangat penting karena sering kali kondisi nyata warga tidak sepenuhnya tergambar dalam data administrasi. Kehadiran pemerintah di lapangan memungkinkan ditemukannya warga yang benar-benar membutuhkan perhatian.

“Yang kami lihat bukan hanya datanya, tetapi kondisi rumahnya secara langsung. Ini penting supaya usulan yang disampaikan benar-benar berdasarkan fakta di lapangan,” katanya.

Kelurahan Patrang kini akan melengkapi seluruh data dan persyaratan yang diperlukan untuk proses pengajuan kepada pemerintah kabupaten. Meski tetap harus melalui tahapan dan ketentuan yang berlaku, Haryono menegaskan pihaknya akan mengupayakan agar Juhardi dan Asma memiliki kesempatan mendapatkan bantuan perbaikan rumah.

“Kami berharap ada tindak lanjut dari pemerintah kabupaten. Kalau nanti memenuhi kriteria, mudah-mudahan rumah ini bisa mendapatkan penanganan sehingga keluarga Juhardi dan Asma dapat tinggal di tempat yang lebih layak,” tuturnya.

Bagi Juhardi dan Asma, rumah anyaman bambu yang penuh lubang itu bukan sekadar bangunan tua, melainkan satu-satunya tempat berlindung yang mereka miliki selama bertahun-tahun. Kini, secercah harapan mulai muncul setelah kondisi rumah mereka ditemukan secara langsung oleh Lurah Patrang dan tim saat melakukan verval di rumah tetangga mereka, Sukli. Warga sekitar pun berharap pasangan tersebut segera mendapatkan bantuan agar dapat menikmati tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak huni. (rus)

Galeri Foto