Sumur Warga Bunder Pakusari Berlumpur, 125 KK di Pakusari Jember Andalkan Bantuan Air Bersih BPBD
- 28 Juli 2026
- Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga Bunder Pakusari Berlumpur, 125 KK di Pakusari Jember Andalkan Bantuan Air Bersih BPBD
JEMBER, 28 JULI 2026 - Memasuki puncak musim kemarau 2026, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Selasa 28 Juli 2026. Penyaluran ini merupakan distribusi ke-13 selama penetapan status siaga darurat bencana kekeringan di wilayah Jember.
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, sebanyak 4.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar 125 kepala keluarga (KK) yang telah beberapa pekan kesulitan mendapat air layak pakai. Penerima manfaat mencakup 45 KK di RT 02 RW 13 dan 80 KK di RT 03 RW 13.
Penyaluran bantuan mengacu pada Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026, serta merespons surat permohonan resmi dari Pemerintah Desa Sumberpinang.
Sebelumnya, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember telah melakukan asesmen lapangan sejak Rabu (1/7/2026). Hasilnya menunjukkan bahwa debit air sumur warga menyusut drastis. Bahkan, sebagian besar sumur mengeluarkan air keruh bercampur lumpur yang berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.
Kondisi tersebut diperparah oleh belum beroperasinya sumur bor yang berjarak 600 meter dari permukiman warga. Fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena belum tersedianya jaringan perpipaan dan meteran listrik. Akibatnya, warga terpaksa menghemat air dan bergantung penuh pada pasokan rutin pemerintah untuk memasak, mandi, dan mencuci.
Proses distribusi berlangsung sejak pukul 09.30 WIB hingga 13.00 WIB. Petugas BPBD bersinergi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember untuk mengisikan air ke tandon-tandon penampungan warga secara tertib dan kondusif.
Berdasarkan evaluasi lapangan, BPBD merekomendasikan agar pasokan air bersih rutin dikirimkan setiap dua hari sekali hingga kondisi sumber air warga membaik atau ada solusi permanen.
Petugas TRC BPBD Kabupaten Jember, Putra, menegaskan pentingnya langkah berkelanjutan agar masyarakat tidak mengalami krisis berkepanjangan.
"Bantuan ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kami mengimbau adanya percepatan penyediaan infrastruktur pendukung, seperti jaringan pipa dan sambungan listrik menuju sumur bor, agar warga memiliki sumber air mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan armada air tangki," ujar Putra.
Melalui kolaborasi lintas sektor antara BPBD, PMI, perangkat desa, dan masyarakat lokal, penanganan dampak kekeringan ini diharapkan tidak hanya meredam krisis jangka pendek, tetapi juga mencegah timbulnya masalah kesehatan dan risiko sosial di wilayah terdampak. (bob)