Seru tapi Penting! Anak-anak Ledokombo Diajari Lawan Kekerasan dengan Jurus “Totelala”
- 17 Maret 2026
- Dibaca 199 Kali
Bagikan Via:
Seru tapi Penting! Anak-anak Ledokombo Diajari Lawan Kekerasan dengan Jurus “Totelala”
JEMBER, 17 MARET 2026- Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember terus menggencarkan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui kegiatan sosialisasi yang menyasar masyarakat hingga tingkat kecamatan. Salah satunya digelar di Kecamatan Ledokombo dalam rangkaian kegiatan Guse Sapa Ramadhan, Selasa 17 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama Forum Anak Jember (FAJ) mengajak anak-anak serta orang tua untuk lebih peduli terhadap perlindungan diri, khususnya terkait kekerasan seksual. Edukasi diberikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh peserta, terutama anak-anak.
Petugas layanan UPTD PPA, Sindi Dwi Yunike, menyampaikan pentingnya mengenali area pribadi yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Menurutnya, pemahaman ini merupakan pondasi utama dalam melindungi anak dari potensi kekerasan. “Anak-anak dan orang tua harus memahami batasan tersebut agar anak memiliki keberanian menjaga diri,” ujarnya.
Selain itu, tim juga memperkenalkan langkah sederhana yang dapat dilakukan anak jika menghadapi situasi berbahaya, yakni melalui metode “Totelala” (tolak, teriak, lari, dan lapor). Anak diajarkan untuk menolak dengan tegas, berteriak saat merasa terancam, segera menjauh, serta melaporkan kejadian kepada orang dewasa yang dipercaya. Anak-anak diharapkan berani dan tidak takut untuk melapor.
Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai permainan edukatif, ice breaking, serta pembagian hadiah. Anak-anak tampak antusias mengikuti senam puasa dan menyanyikan lagu “Ini Area Privacyku” yang dikemas dengan gerakan menarik.
Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jember berharap kesadaran masyarakat terhadap perlindungan anak semakin meningkat. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang generasi muda. (wln)