logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

Siapkan Lahan Pengelolaan Sampah Mandiri, Sekcam Rambipuji: Bentuk Kepatuhan Instruksi Bupati Jember

  • 13 Mei 2026
  • Dibaca 257 Kali
Bagikan Via:
siapkan-lahan-pengelolaan-sampah-mandiri-sekcam-rambipuji-bentuk-kepatuhan-instruksi-bupati-jember-20260513

Siapkan Lahan Pengelolaan Sampah Mandiri, Sekcam Rambipuji: Bentuk Kepatuhan Instruksi Bupati Jember

JEMBER, 13 MEI 2026 – Persoalan sampah yang selama ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mulai dijawab secara konkret oleh Kecamatan Rambipuji. Pada Selasa, 12 Mei 2026, Pemerintah Kecamatan Rambipuji menggelar rapat koordinasi untuk menyiapkan lahan pengelolaan sampah mandiri di Aula PKK Kecamatan Rambipuji.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Kecamatan Rambipuji, Habib Salim, yang hadir mewakili Camat Rambipuji. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang dinilai strategis dalam menindaklanjuti instruksi Pemerintah Kabupaten Jember terkait pengelolaan sampah mandiri di setiap wilayah.

Turut hadir dalam rapat tersebut sejumlah unsur lintas sektor yang memiliki peran penting dalam pengelolaan lingkungan dan tata wilayah. Di antaranya Kepala UPT Pasar Rambipuji M. Usman Arifin, Kepala UPT DPU dan Penataan Ruang David R.S., Kasi PMKS Kecamatan Rambipuji Maret Trisia Hesti Norcahya, Kepala Desa Rambipuji Dwi Diyah Setyorini, Kepala Dusun Krajan Desa Rambipuji Musa Fei GW, Koordinator DPRKPLH Bidang Pertamanan Soegeng, Koordinator DPRKPLH Bidang Kebersihan Jalan Warto T., serta Koordinator UMKM Galih Selamet Hariadi.

Suasana rapat berlangsung serius, namun penuh semangat kolaborasi. Seluruh peserta tampak aktif memberikan masukan dan pandangan terkait upaya penyediaan lahan yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi pengelolaan sampah mandiri di wilayah Kecamatan Rambipuji.

Dalam arahannya, Habib Salim menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, peningkatan volume sampah rumah tangga, pasar, maupun limbah aktivitas masyarakat harus diimbangi dengan kesiapan pemerintah dalam menyediakan sistem pengelolaan yang baik dan berkelanjutan.

“Persoalan sampah saat ini menjadi isu penting yang harus ditangani bersama. Pemerintah kecamatan bersama seluruh pemangku kepentingan harus bergerak cepat agar Rambipuji mampu memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri yang efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Habib Salim juga menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut atas surat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Jember Nomor 500.3/279/35.09.324/2026 tentang bantuan penyediaan lahan sebagai bentuk kepatuhan terhadap instruksi Bupati Jember mengenai pengelolaan sampah mandiri.

Menurutnya, instruksi tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh daerah untuk mulai membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan akhir.

“Kami ingin ada solusi jangka panjang. Sampah jangan hanya dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi harus dikelola dengan baik agar memiliki nilai manfaat dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan,” tambahnya.

Keberadaan lahan pengelolaan sampah mandiri nantinya diharapkan mampu menjadi pusat pengolahan sampah terpadu yang tidak hanya berfokus pada pembuangan, tetapi juga pemilahan dan pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.

Dalam forum tersebut, berbagai opsi dan lokasi potensial mulai dibahas bersama. Pemerintah desa bersama unsur teknis dari DPU dan DPRKPLH turut memberikan gambaran mengenai kondisi lapangan, aksesibilitas lahan, dampak lingkungan, hingga kesiapan masyarakat sekitar.

Kepala UPT DPU dan Penataan Ruang David R.S. menekankan pentingnya pemilihan lokasi yang sesuai dengan aspek tata ruang dan keamanan lingkungan. Menurutnya, lokasi pengelolaan sampah harus memperhatikan dampak jangka panjang agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Sementara itu, Koordinator DPRKPLH Bidang Kebersihan Jalan Warto T. menyampaikan bahwa peningkatan volume sampah di wilayah perkotaan maupun pasar tradisional saat ini membutuhkan penanganan yang lebih serius dan sistematis.

Ia menilai keberadaan pengelolaan sampah mandiri sangat dibutuhkan untuk mengurangi penumpukan sampah sekaligus meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah harian.

“Kalau pengelolaan sampah dilakukan dari tingkat wilayah secara mandiri, maka beban pengangkutan ke tempat pembuangan akhir akan jauh berkurang. Ini akan sangat membantu,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Koordinator DPRKPLH Bidang Pertamanan Soegeng. Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia berharap program pengelolaan sampah mandiri nantinya tidak hanya berhenti pada penyediaan lahan, tetapi juga disertai edukasi kepada masyarakat mengenai budaya memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Di sisi lain, kehadiran Koordinator UMKM Galih Selamet Hariadi dalam rapat tersebut turut membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis pengelolaan sampah. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai diharapkan dapat diolah menjadi produk kreatif dan bernilai ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM.

Menurut Galih, banyak jenis sampah yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kerajinan maupun bahan baku usaha kecil masyarakat.

“Kalau dikelola dengan baik, sampah justru bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Ini yang harus mulai dibangun bersama,” ujarnya.

Kepala Desa Rambipuji Dwi Diyah Setyorini juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kecamatan Rambipuji dalam menyiapkan lahan pengelolaan sampah mandiri.

Menurutnya, desa siap mendukung program pemerintah demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. "Persoalan sampah saat ini memang membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat secara langsung," pungkasnya. (sai)

Galeri Foto