Silaturahmi Guru Ngaji di Desa Lembengan, Bantuan DD Disalurkan Dukung Pendidikan Keagamaan
- 12 Mei 2026
- Dibaca 404 Kali
Bagikan Via:
Silaturahmi Guru Ngaji di Desa Lembengan, Bantuan DD Disalurkan Dukung Pendidikan Keagamaan
JEMBER, 12 MEI 2026 - Desa Lembengan kembali menjadi pusat kegiatan sosial keagamaan dengan digelarnya pertemuan silaturahmi guru ngaji yang berlangsung di Pendopo Kantor Desa pada Selasa, 12 Mei 2026 sore. Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus penyaluran bantuan untuk musala dan para guru ngaji melalui alokasi dana desa (DD).
Acara berlangsung sederhana namun penuh makna. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Lembengan Mohamad Soefijandi, serta perwakilan dari Kecamatan Ledokombo, Imam Turmudzi selaku staf Seksi PMKS, yang mewakili Camat Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni. Puluhan guru ngaji dari berbagai dusun di Desa Lembengan tampak hadir memenuhi pendopo desa untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Pertemuan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari pihak kecamatan yang mewakili Camat Ledokombo. Dalam sambutannya, Imam Turmudzi menyampaikan apresiasi atas konsistensi para guru ngaji yang selama ini berperan penting menjaga pendidikan agama di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberadaan guru ngaji tidak hanya sebatas mengajarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai akhlak, etika, serta pembinaan karakter generasi muda di desa. Pemerintah kecamatan memandang peran tersebut sebagai bagian penting dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
“Guru ngaji adalah pondasi pendidikan akhlak di lingkungan masyarakat. Apa yang diajarkan setiap hari kepada anak-anak menjadi investasi moral yang sangat besar bagi masa depan desa. Pemerintah tentu mendukung penuh ikhtiar yang dilakukan para guru ngaji selama ini,” ujar Imam Turmudzi saat memberikan sambutan mewakili camat.
Selanjutnya, Kepala Desa Lembengan Mohamad Soefijandi dalam sambutannya menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bentuk perhatian pemerintah desa terhadap sarana ibadah dan keberlangsungan kegiatan pembelajaran agama di lingkungan masyarakat. Ia menyebut dana desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, namun juga diarahkan untuk mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan yang memiliki manfaat langsung bagi warga.
“Pembangunan desa bukan hanya jalan atau infrastruktur. Pendidikan agama dan pembinaan masyarakat juga bagian penting. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa desa hadir mendukung perjuangan para guru ngaji dan pengelola mushola yang selama ini berkontribusi menjaga nilai-nilai keagamaan,” ungkap Mohamad Soefijandi.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan pembacaan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran kegiatan. Suasana berlangsung khidmat, mencerminkan kebersamaan antara pemerintah desa dan para tokoh keagamaan setempat. Momen tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh kepala desa kepada perwakilan penerima bantuan.
Bantuan yang diberikan ditujukan untuk mendukung operasional mushola serta menunjang aktivitas para guru ngaji di Desa Lembengan. Program ini bersumber dari dana desa sebagai bentuk penguatan kegiatan keagamaan di tingkat lokal. Penyaluran tersebut disambut antusias para penerima yang menilai perhatian pemerintah desa sangat membantu keberlangsungan kegiatan belajar mengaji.
Salah satu guru ngaji yang hadir, Ustadz Abdul Karim, mengaku bersyukur atas adanya perhatian tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak semata bernilai materi, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap pengabdian para guru ngaji.
“Yang paling kami rasakan adalah perhatian pemerintah. Ini membuat kami semakin semangat mengajar anak-anak di kampung. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kecamatan melalui Imam Turmudzi menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah desa dan para guru ngaji perlu terus dijaga, mengingat peran pendidikan keagamaan sangat strategis dalam membentuk masyarakat yang kuat secara moral.
Kegiatan silaturahmi berlangsung tertib, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan hingga selesai. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga tradisi pendidikan keagamaan di Desa Lembengan. Dukungan yang diberikan melalui dana desa juga diharapkan mampu mendorong semangat para guru ngaji untuk terus menjalankan tugas mulia membimbing generasi muda dalam pendidikan agama. (yus)