Sinergi Amankan Aset, Camat Patrang dan Lurah Jumerto Ukur Lahan Budidaya Ikan KKP
- 13 Oktober 2026
- Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Amankan Aset, Camat Patrang dan Lurah Jumerto Ukur Lahan Budidaya Ikan KKP
JEMBER, 13 OKTOBER 2026 – Lahan seluas 800 meter persegi di Jalan Rajawali, Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang, bersiap menyambut transformasi. Pemerintah setempat mulai mengeksekusi tahapan awal realisasi program bantuan budidaya ikan darat tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Persiapan krusial ini ditandai dengan pengukuran batas tanah yang merupakan aset sah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.
Proses pengukuran dan peninjauan lokasi tersebut dipimpin langsung oleh Camat Patrang, Musyaffa, S.HI., M.M., bersama Lurah Jumerto, Nurie Hadiyatie, S.E., serta staf kelurahan bernama Holik, Selasa 13 Oktober 2026.
Dalam peninjauan tersebut, para pejabat tampak turun langsung menyusuri dan memeriksa kondisi lahan aset Pemkab yang saat ini masih dipenuhi oleh sisa-sisa tanaman jagung yang telah mengering. Validasi lapangan secara langsung ini menjadi langkah penting sebelum hamparan lahan tersebut disulap menjadi sentra perikanan.
Lahan ini nantinya akan dimanfaatkan untuk membangun berbagai fasilitas dukungan KKP, yang meliputi kolam produksi permanen, bangunan gudang pakan, serta penerapan sistem sirkulasi air modern untuk menggenjot produksi komoditas ikan nila dan lele. Camat Patrang Musyaffa menegaskan bahwa tertib administrasi adalah syarat mutlak sebelum pembangunan fisik dimulai.
"Langkah pengukuran ini adalah tahapan wajib dan krusial. Kita ingin memastikan pemanfaatan aset milik Pemkab Jember untuk program tematik KKP ini tertib secara administrasi dan legalitas. Pemerintah Kecamatan akan terus mengawal proses ini hingga beroperasi maksimal," tegas Musyaffa di lokasi.
Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, program ini juga membawa secercah harapan bagi perekonomian warga lokal. Lurah Jumerto, Nurie Hadiyatie, menyoroti besarnya potensi pemberdayaan masyarakat di sekitar area sentra budidaya tersebut.
"Hari ini kami memastikan lahan seluas 800 meter persegi ini clear and clean batas-batasnya agar tidak ada kendala. Harapan kami, keberadaan sentra budidaya ikan ini nantinya bisa menyerap tenaga kerja sekitar dan menggerakkan roda ekonomi warga Jumerto," ungkap Nurie.
Kehadiran sentra budidaya modern terintegrasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah Kecamatan Patrang. Selain memaksimalkan pemanfaatan lahan tidur yang sebelumnya kurang produktif, program ini diproyeksikan mampu memperkuat pilar ketahanan pangan lokal sekaligus mengangkat taraf kesejahteraan warga sekitar secara berkelanjutan. (sgk)