Sinergi Multipihak, Peran Strategis Bagian Pemerintahan Setda Jember Wujudkan Tiket Wisata Terintegrasi
- 03 April 2026
- Dibaca 172 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Multipihak, Peran Strategis Bagian Pemerintahan Setda Jember Wujudkan Tiket Wisata Terintegrasi
JEMBER, 03 APRIL 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) terus memperkuat komitmen dalam membenahi tata kelola destinasi wisata sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai standardisasi tarif dan integrasi layanan di kawasan wisata Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) dan Pantai Watu Ulo.
Kebijakan ini menandai babak baru dalam reformasi birokrasi di sektor pariwisata. Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Jember berhasil merumuskan kesepakatan tiket terusan sebesar Rp12.500, yang berlaku secara integratif.
Melalui sistem ini, tumpang tindih pembiayaan di lapangan yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat dapat dihapuskan, sehingga wisatawan mendapatkan kepastian hukum dan kenyamanan saat melintasi gerbang Watu Ulo hingga menuju Tanjung Papuma.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Jember, Rachman Hidayat, S.Sos., menjelaskan bahwa kebijakan satu harga ini merupakan instrumen penting dalam menghadirkan tata kelola yang transparan.
"Langkah ini kami ambil untuk memberikan kepastian hukum bagi wisatawan. Dengan satu tiket terusan, kita tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga memperkuat akuntabilitas pengelolaan aset daerah yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," jelas Rachman dalam keterangannya, Jumat 03 April 2026.
Selain aspek tarif, MoU ini mencakup penguatan koordinasi lintas sektor dalam mengelola karakteristik geografis kawasan yang unik. Mengingat lokasi Papuma yang merupakan aset geostrategis seluas ±77 hektar dengan topografi berbukit, Pemerintah Kabupaten Jember memberikan perhatian khusus pada aspek keselamatan publik.
Hal ini mencakup pemeliharaan infrastruktur jalan yang membelah hutan jati Perhutani hingga penyediaan tim penyelamat pantai (life guard) untuk memitigasi risiko gelombang besar Samudra Hindia.
Langkah transformatif ini diharapkan mampu meningkatkan volume kunjungan wisatawan secara signifikan, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada penguatan ekonomi lokal di Desa Lojejer dan Kecamatan Wuluhan.
Dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan (sustainability), Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Jember memastikan bahwa pengembangan potensi "Pasir Putih Malikan" harus berjalan selaras dengan pelayanan publik yang profesional dan transparan demi kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat sekitar. (zee)