logo ppid jember kim
Oleh : Puskesmas Sukorejo

Sinergi Tradisi dan Medis: Puskesmas Sukorejo Bina Dukun Bayi demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

  • 12 Maret 2026
  • Dibaca 232 Kali
Bagikan Via:
sinergi-tradisi-dan-medis-puskesmas-sukorejo-bina-dukun-bayi-demi-tekan-angka-kematian-ibu-dan-bayi-20260312

Sinergi Tradisi dan Medis: Puskesmas Sukorejo Bina Dukun Bayi demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

SUKOREJO, KECAMATAN BANGSALSARI – Puskesmas Sukorejo menggelar kegiatan pembinaan bagi mitra tradisional atau "Dukun Bayi" yang berada di wilayah kerja kami pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan dan praktisi tradisional dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Sukorejo, dr. Siti Masnunah, didampingi oleh Bidan Koordinator, Erik Wedayanti, Amd. Keb.

Fokus pada Kemitraan, Bukan Persaingan

Dalam arahannya, dr. Siti Masnunah menekankan bahwa pembinaan ini bukan bertujuan untuk menghentikan peran Dukun Bayi di masyarakat, melainkan untuk menyelaraskan persepsi mengenai keselamatan persalinan.

"Dukun Bayi adalah tokoh masyarakat yang dipercaya. Melalui pembinaan ini, kita ingin mereka menjadi mitra strategis. Tugas utamanya adalah mendampingi ibu hamil dan segera merujuk ke fasilitas kesehatan saat tanda persalinan muncul," ujar dr. Siti Masnunah.

Edukasi Praktik Aman

Bidan Koordinator Puskesmas Sukorejo, Erik Wedayanti, memberikan pemaparan teknis mengenai bahaya persalinan yang dilakukan tanpa alat medis yang steril. Ia memberikan edukasi tentang:

  • Penolong Persalinan : Semua pertolongan persalinan harus di lakukan oleh tenaga Kesehatan yang berkompeten

  • Tanda Bahaya Kehamilan: Mengenali gejala preeklamsia dan perdarahan.

·       Peran Dukun sebagai Mitra Kerja : Dukun Bayi diarahkan untuk melaporkan ibu hamil baru, memberikan motivasi dan mengantar ibu hamil yang tidak mau memeriksakan diri ke Fasilitas kesehatan, menghubungi ke bidan wilayah bila ada ibu yang mau melahirkan.

"Kami ingin para Dukun Bayi paham batas-batas tindakan. Jika ada ibu yang hendak melahirkan, segera hubungi bidan desa. Keselamatan nyawa adalah prioritas kita bersama," tegas Erik Wedayanti.

Harapan Kedepan

Kegiatan ini ditutup dengan sesi dialog interaktif. Diharapkan dengan adanya pembinaan rutin ini, komunikasi antara bidan desa dan Dukun Bayi semakin harmonis. Dengan sistem rujukan yang cepat dan tepat, Puskesmas Sukorejo optimis target zero mortality (nol kematian) bagi ibu dan bayi di wilayah Puskesmas Sukorejo dapat tercapai di tahun 2026 ini.

Penulis : Tim Promosi Kesehatan Puskesmas Sukorejo

Galeri Foto