logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Siswa Sekolah Rakyat Jember Belajar Arti Kemerdekaan Langsung dari Saksi Sejarah

  • 12 Agustus 2026
  • Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
siswa-sekolah-rakyat-jember-belajar-arti-kemerdekaan-langsung-dari-saksi-sejarah-20260813

Siswa Sekolah Rakyat Jember Belajar Arti Kemerdekaan Langsung dari Saksi Sejarah

JEMBER, 11 AGUSTUS 2026 – "Jadilah anak yang penyabar dan patuh pada pemerintah." Pesan penuh makna ini disampaikan Suminem, istri veteran perjuangan kemerdekaan Sadiran, kepada dua siswa Sekolah Rakyat Jember, Muhammad Adi dan Dinda Marsela, saat keduanya berkunjung ke kediamannya di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Selasa 11 Agustus 2026.

Pertemuan lintas generasi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pemberian tali asih dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada keluarga perintis kemerdekaan RI, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala UPT PSTW Jember, Dra. Parni Rahayu, yang turut mendampingi kunjungan tersebut menjelaskan bahwa kehadiran dua siswa ini merupakan bagian dari program Bakti Negeri Anak Bangsa.

"Kedatangan kami kesini dalam rangka Bakti Negeri Anak Bangsa dan juga memperkenalkan Muhammad Adi dan Dinda Marsela, mereka ini dari Sekolah Rakyat yang lagi banyak peminatnya sekarang. Dan kami ingin Bu Suminem menceritakan bagaimana Bapak dulu berjuang," ujarnya.

Rasa ingin tahu tampak jelas dari kedua siswa tersebut. Muhammad Adi dan Dinda Marsela antusias mendengarkan kisah perjuangan para pahlawan Jember di masa lampau. Dinda bahkan secara langsung bertanya kepada Suminem, yang akrab disapa Mbah Suminem, tentang sosok sang suami. "Akung dulu seperti apa dan kesan pesan buat kami?" tanya Dinda.

Menjawab pertanyaan tersebut, Suminem menceritakan sosok Sadiran sebagai pribadi yang sabar dan penyayang. "Akung itu penyabar, dan sayang sama anak-anaknya. Kalau saat memperingati di kampungnya, Bapak disuruh cerita tentang perjuangannya," kenang Suminem.

Namun di balik kenangan manis itu, ia juga menitipkan keprihatinan. "Sayangnya anak-anak muda sekarang sudah banyak tidak peduli pada perjuangan kemerdekaan. Pesan buat kalian, jadi anak yang penyabar dan patuh pada pemerintah," pesannya kepada Adi dan Dinda.

Pesan senada juga disampaikan Supakmi, istri veteran KH Ali Maksum, saat ditemui di kediamannya di Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo. Ia berharap kedua siswa tersebut dapat mencapai cita-citanya dan meneladani semangat juang sang kakek.

"Mudah-mudahan kalian berdua tercapai cita-citanya dan berjuang seperti kakek. Membela kebenaran. Kalau jaman sekarang kan enak, makan tinggal makan. Kalau dulu, kakek ketemu makan nasi sama Jepang langsung ditahan," ungkap Supakmi. (rou)

Galeri Foto