logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Siswa SMPN 2 Ambulu Sulap Limbah Cangkang Kerang Jadi Chafing Fuel Berkelanjutan

  • 08 Oktober 2026
  • Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
siswa-smpn-2-ambulu-sulap-limbah-cangkang-kerang-jadi-chafing-fuel-berkelanjutan-20261010

Siswa SMPN 2 Ambulu Sulap Limbah Cangkang Kerang Jadi Chafing Fuel Berkelanjutan

JEMBER, 08 OKTOBER 2026 – Kreativitas siswa kembali menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat diubah menjadi sebuah inovasi yang bernilai guna. Dua siswa SMPN 2 Ambulu, yakni Abiyu Akmal Ahmad Sugiarto dan Belicia Rafa Adilla, kelas 8, menghadirkan inovasi pengolahan limbah cangkang kerang menjadi bahan bakar alternatif yang lebih berkelanjutan.

Inovasi tersebut ditampilkan dalam Verifikasi Lapangan Jatim Jagad Inovasi Award 2026 yang berlangsung di SMPN 2 Ambulu, Rabu, 07 Oktober 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian inovasi yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang terpampang dalam kegiatan, inovasi yang dikembangkan mengusung nama “Rues Fuel: Revolusi Limbah Cangkang Kerang Pesisir Menjadi Chafing Fuel Berkelanjutan.” Gagasan tersebut berangkat dari persoalan limbah cangkang kerang yang banyak ditemukan di kawasan pesisir.

Selama ini, cangkang kerang sering kali hanya dianggap sebagai limbah dan berakhir menumpuk atau dibuang begitu saja. Melalui kreativitas dan keberanian melakukan eksperimen, kedua siswa tersebut mencoba melihat limbah tersebut dari sudut pandang berbeda.

Bagi Abiyu dan Belicia, limbah tidak selalu berarti sesuatu yang tidak berguna. Dengan pengolahan yang tepat, limbah dapat memiliki nilai manfaat sekaligus membantu mengurangi persoalan lingkungan.

Inovasi tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak yang hadir dalam proses verifikasi. Salah satunya Camat Ambulu Fahrul Asrori yang turut menyaksikan proses pengembangan inovasi para siswa tersebut.

Kehadiran pemerintah di tingkat kecamatan dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kreativitas generasi muda. Apalagi, inovasi yang dikembangkan tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyentuh persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Ambulu sebagai wilayah yang memiliki kawasan pesisir.

Apresiasi juga disampaikan Patut dari Brida Provinsi Jawa Timur. Ia memberikan perhatian terhadap kreativitas siswa yang mampu menghasilkan inovasi dari persoalan limbah.

Menurutnya, kreativitas yang ditunjukkan para siswa patut diapresiasi karena mampu melihat sampah bukan sekadar sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai persoalan yang bisa dicarikan solusi melalui inovasi.

Semangat tersebut menjadi penting dalam membangun budaya inovasi sejak usia sekolah. Siswa tidak hanya didorong untuk memahami teori di dalam kelas, tetapi juga diajak melihat berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar dan mencari solusi berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki.

Inovasi Rues Fuel juga memperlihatkan bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah dapat menjadi tempat lahirnya gagasan, sementara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga terkait dapat memberikan dukungan agar inovasi tersebut terus berkembang.

Bagi SMPN 2 Ambulu, capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa siswa memiliki potensi besar untuk menghasilkan karya inovatif. Abiyu dan Belicia menjadi contoh bahwa ide sederhana yang berangkat dari persoalan lingkungan dapat dikembangkan menjadi sebuah gagasan yang memiliki nilai manfaat.

Ke depan, inovasi pengolahan limbah cangkang kerang tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahapan kompetisi atau verifikasi saja. Masih diperlukan pengembangan, pengujian, serta penyempurnaan agar produk yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan secara aman, efektif, dan berkelanjutan.

Harapannya, inovasi ini juga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi limbah cangkang kerang yang berada di kawasan pesisir. Jika terus dikembangkan, gagasan para siswa tersebut berpotensi menjadi salah satu contoh bagaimana sekolah dapat mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan lingkungan di daerahnya.

Lebih dari sekadar mengikuti ajang penghargaan, proses ini menjadi pembelajaran berharga bagi Abiyu dan Belicia. Mereka belajar bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Inovasi dapat lahir dari keberanian melihat masalah di sekitar, kemudian mencari cara kreatif untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Apresiasi dari Brida Provinsi Jawa Timur dan dukungan pemerintah setempat diharapkan semakin memotivasi siswa SMPN 2 Ambulu untuk terus berkarya.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda Jember yang kreatif, peduli lingkungan, dan berani berinovasi. Dari sekolah, lahir gagasan. Dari gagasan, lahir solusi. (hz)

Galeri Foto