logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

Sokong Ketahanan Pangan, DKPP Jember Pacu Produktivitas Peternak Ayam Petelur Lokal

  • 10 Juli 2026
  • Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
sokong-ketahanan-pangan-dkpp-jember-pacu-produktivitas-peternak-ayam-petelur-lokal-20260710

Sokong Ketahanan Pangan, DKPP Jember Pacu Produktivitas Peternak Ayam Petelur Lokal

JEMBER, 10 JULI 2026 – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jember terus berkomitmen memperkuat pilar ketahanan pangan daerah melalui pembinaan intensif sektor peternakan rakyat. Langkah nyata ini diwujudkan melalui monitoring dan pendampingan teknis langsung ke peternakan ayam petelur (layer) milik Joko di Dusun Curahdami, Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Kamis 09 Juli 2026.

Kunjungan ini berfokus pada standardisasi good farming practices (praktik peternakan yang baik) sekaligus penguatan aspek kelembagaan peternak agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Tim ahli DKPP Jember yang diterjunkan terdiri atas Bhisma Briantama, S.Pt., Rendra Dwi Prasetya, S.Pt., Hairul Anwar, A.Md., drh. Agar Sektiono Widodo, dan Sulton Erin Nur Arifin. Mereka meninjau langsung seluruh lini manajemen pemeliharaan, mulai dari tata kelola pakan, kesehatan ternak, higienitas kandang, hingga produktivitas telur.

Hasil pemeriksaan menunjukkan populasi 486 ekor ayam petelur berumur 22 minggu di peternakan tersebut berada dalam kondisi prima. Manajemen kebersihan kandang baterai dinilai terjaga dengan sistem sirkulasi udara yang optimal. Dari aspek kesehatan, unggas tampil aktif dengan nafsu makan yang baik tanpa indikasi penyakit massal.

"Peternak mandiri di Sukorambi ini telah menerapkan langkah preventif yang tepat, seperti vaksinasi tetes mata secara berkala dan penyediaan kandang karantina khusus untuk mencegah risiko penularan penyakit," ujar Bhisma Briantama, S.Pt., perwakilan tim teknis DKPP Jember.

Saat ini, produksi telur di peternakan tersebut mencapai 70 butir per hari atau setara dengan 14,40 persen hen day production (HDP). Angka ini dikategorikan normal dan prospektif untuk fase awal bertelur, dengan kualitas cangkang yang sudah memenuhi standar pasar meskipun ukuran diameter telur belum sepenuhnya seragam.

Selain pendampingan teknis budi daya, DKPP Jember juga mengedukasi peternak mengenai pentingnya legalitas usaha. Peternak didorong untuk segera membentuk kelompok ternak resmi guna memenuhi persyaratan administrasi dalam memperoleh Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari dinas terkait.

DKPP Jember menegaskan bahwa pembinaan ini tidak akan berhenti di sini. Program berkelanjutan berupa pemantauan jadwal vaksinasi, pemberian vitamin, pengendalian parasit, serta penguatan kelembagaan kelompok akan terus digalakkan. Langkah strategis ini diharapkan dapat mendongkrak daya saing peternak lokal demi menjaga stabilitas pasokan protein hewani di Kabupaten Jember. (ran)

Galeri Foto