Sosialisasi Pokja III TP PKK Kelurahan Kaliwates Perkuat Gerakan Zero Waste dari Rumah Tangga hingga Depo Sampah
- 19 Juni 2026
- Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
Sosialisasi Pokja III TP PKK Kelurahan Kaliwates Perkuat Gerakan Zero Waste dari Rumah Tangga hingga Depo Sampah
Kaliwates – Dalam upaya memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber, Pokja III TP PKK Kelurahan Kaliwates menggelar kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Menuju Kelurahan Zero Waste yang berlangsung di Pendopo Kelurahan Kaliwates pada Kamis (18/06/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Kaliwates, Dwi Sunu Arinugroho, S.Sos, Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, S.Si, S.Sos., MM, serta Penyuluh Kebersihan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember, Ibu Mentik. Peserta yang hadir mencapai 115 orang, terdiri dari kader TP PKK Kelurahan Kaliwates, kader Posyandu, perwakilan Ketua RT/RW, serta petugas/operator sampah se-Kelurahan Kaliwates.
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah nyata Pemerintah Kelurahan Kaliwates dalam mewujudkan Program Kelurahan Kaliwates Menuju Zero Waste, sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perubahan pola pengelolaan sampah yang dimulai dari memilih, memilah, dan memproses sampah sejak dari hulu atau rumah tangga, sehingga volume sampah yang harus diangkut ke depo dan TPA dapat ditekan secara signifikan.
Dalam sambutannya, Camat Kaliwates Dwi Sunu Arinugroho menyampaikan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kader PKK, kader Posyandu, RT/RW, dan operator sampah memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat mengedukasi warga untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
Sementara itu, Lurah Kaliwates Abdul Khamil menegaskan bahwa Kelurahan Kaliwates saat ini tengah berupaya mengubah paradigma pengelolaan sampah dari pola “kumpul–angkut–buang” menjadi pola “pilah–olah–manfaatkan”. Melalui gerakan ini, sampah organik diharapkan dapat diolah secara mandiri menggunakan biopori, komposter, kebun kompos, maupun budidaya maggot, sedangkan sampah anorganik bernilai dapat ditabung melalui Bank Sampah DESTANA Kelurahan Kaliwates. Dengan demikian, yang tersisa untuk dibawa ke depo sampah hanyalah sampah residu yang memang tidak dapat dimanfaatkan kembali.
Pada sesi materi, Ibu Mentik dari DPRKPLH Kabupaten Jember menjelaskan berbagai teknik pengelolaan sampah rumah tangga yang mudah diterapkan masyarakat. Ia menekankan bahwa lebih dari separuh sampah rumah tangga merupakan sampah organik yang sebenarnya dapat diolah menjadi kompos dan pupuk alami. Apabila setiap rumah tangga mampu mengelola sampah organiknya sendiri, maka beban pengangkutan sampah ke depo maupun TPA akan berkurang secara signifikan.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan menjadi pelopor pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing, sekaligus mendukung terbentuknya kampung-kampung Zero Waste di seluruh wilayah Kelurahan Kaliwates. Dengan sinergi antara pemerintah, TP PKK, kader Posyandu, RT/RW, operator sampah, Bank Sampah DESTANA, dan masyarakat, diharapkan volume sampah yang masuk ke Depo Sampah Jl. Imam Bonjol maupun TPA Pakusari dapat terus ditekan hingga hanya menyisakan sampah residu. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, produktif, berkelanjutan, serta mendukung terwujudnya Jember Baru, Jember Maju. ♻️🌱🏡