logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Sudah Bisa Produksi, KWT Larasati Kini Mencari Jalan agar Produk Cabai Menembus Pasar

  • 02 September 2026
  • Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
sudah-bisa-produksi-kwt-larasati-kini-mencari-jalan-agar-produk-cabai-menembus-pasar-20260903

Sudah Bisa Produksi, KWT Larasati Kini Mencari Jalan agar Produk Cabai Menembus Pasar

JEMBER, 02 SEPTEMBER 2026 - Mengubah cabai menjadi produk olahan ternyata bukan akhir dari perjalanan Kelompok Wanita Tani (KWT) Larasati. Setelah mampu memproduksi sambal dan minyak cabai, kelompok di bawah Kelompok Tani Margo Makmur 1, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, kini menghadapi tantangan berikutnya: memastikan produk mereka memiliki pasar.

Kemampuan tersebut tumbuh dari pelatihan yang sebelumnya diterima kelompok. Bersamaan dengan itu, KWT Larasati juga memperoleh bantuan peralatan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Dari proses tersebut, lahir berbagai olahan cabai yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Namun, kemampuan produksi belum otomatis membuat usaha berjalan berkelanjutan. Bagi KWT Larasati, pemasaran menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian agar produk yang telah dihasilkan tidak berhenti di tingkat kelompok.

“Setelah produksi bisa, masalah berikutnya memang pemasaran. Kami berharap dari kunjungan ini ada solusi supaya usaha yang sudah berjalan tidak berhenti hanya karena kesulitan memasarkan produk,” ujar Noverta, anggota KWT Larasati, Selasa 01 September 2026.

Tantangan pemasaran tersebut juga berkaitan dengan posisi produk olahan cabai yang masih membutuhkan akses lebih luas kepada konsumen. Karena itu, penyelesaiannya tidak cukup hanya dari sisi produksi. Keterhubungan dengan pihak yang memiliki kewenangan di bidang perdagangan menjadi penting untuk membuka peluang pasar.

“Dinas TPHP itu memang kewenangannya terbatas, terutama di pemasaran. Makanya kami hadirkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan serta BRIN,” ujar Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember, Agung Satrio Setiawan, S.P., M.P.

Keterlibatan lintas sektor tersebut berlangsung dalam survei BRIN pada Selasa, 1 September 2026. Selain melihat kondisi cabai di lapangan, kegiatan ini menjadi ruang untuk mendengar langsung kebutuhan kelompok pengolah, termasuk persoalan pemasaran produk.

Bagi KWT Larasati, kemampuan mengolah cabai menjadi sambal dan minyak cabai menjadi modal awal untuk meningkatkan nilai hasil pertanian. Namun, produk yang sudah dibuat membutuhkan jalur pemasaran yang jelas agar produksi dapat terus berjalan dan berkembang.

Dengan demikian, penguatan hilirisasi cabai tidak hanya berbicara tentang bagaimana menghasilkan produk, tetapi juga memastikan produk tersebut menemukan konsumen. Di titik inilah dukungan lintas sektor menjadi penting agar kemampuan yang sudah dimiliki kelompok dapat berlanjut menjadi usaha yang lebih berkelanjutan. (fan)

Galeri Foto