logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Sumbersari Dukung SPAB SMPN 9 Jember, 628 Siswa Dilatih Hadapi Gempa

  • 16 September 2026
  • Dibaca 44 Kali
Bagikan Via:
sumbersari-dukung-spab-smpn-9-jember-628-siswa-dilatih-hadapi-gempa-20260916

Sumbersari Dukung SPAB SMPN 9 Jember, 628 Siswa Dilatih Hadapi Gempa

JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 – Dukungan Kecamatan Sumbersari terhadap penguatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan ditunjukkan dalam pelaksanaan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Negeri 9 Jember.

Sebanyak 628 siswa mengikuti rangkaian edukasi, pelatihan, hingga simulasi penanganan gempa bumi yang digelar BPBD Kabupaten Jember bersama sejumlah instansi terkait pada tanggal 8, 9, dan 15 September 2026.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kecamatan Sumbersari karena dinilai penting untuk membangun budaya sadar dan tanggap bencana sejak usia sekolah. Apalagi, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dipahami oleh guru dan tenaga kependidikan, tetapi juga harus menjadi pengetahuan seluruh warga sekolah.

Camat Sumbersari Deni Hadiatullah S.IP, MM mengatakan, pihak kecamatan mendukung penuh kegiatan SPAB karena memberikan bekal praktis kepada siswa dalam menghadapi kondisi darurat.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat penting. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang bencana, tetapi juga belajar bagaimana menyelamatkan diri, membantu teman, dan bertindak sesuai prosedur ketika terjadi keadaan darurat,” kata Deni.

Menurut dia, edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu, kesiapsiagaan tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan dan simulasi selesai, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan warga sekolah.

“Kami berharap SMPN 9 Jember terus mengembangkan budaya kesiapsiagaan. Sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, dan seluruh warga sekolah mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” ujarnya.

Kegiatan SPAB berlangsung di SMPN 9 Jember, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Fokus utama pelatihan adalah meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember Maryani S.Kom., M.M. mengatakan, pengenalan kebencanaan penting diberikan sejak dini agar siswa memahami ancaman di lingkungan sekitar.

“Pengenalan kebencanaan penting dilakukan sejak dini. Anak-anak perlu memahami jenis bencana, potensi bahayanya, serta bagaimana menyelamatkan diri dan membantu orang lain saat keadaan darurat,” ujar Maryani.

Pada hari pertama, 8 September, siswa kelas 7, 8, dan 9 mendapatkan materi pengenalan kebencanaan dalam tiga sesi. Materi disampaikan oleh tim BPBD Jember dan Sekber SPAB.

Bersamaan dengan itu, sekolah membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS). Tim tersebut melibatkan guru, karyawan, serta perwakilan siswa dari OSIS dan PMR. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai tugas dan fungsi masing-masing dalam penanganan kondisi bencana.

TSBS juga menerima materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dari tenaga kesehatan Puskesmas Sumbersari. Sementara BPBD memberikan materi dasar-dasar SPAB. Adapun materi mengenai integrasi SPAB ke dalam kurikulum disampaikan Sekber SPAB melalui Ninuk Dyah Puspitasari, S.Pd., M.Si.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada 9 September. Peserta memperoleh materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) serta GEDSI yang disampaikan Fahim Aftoni, S.Sos., M.Pd.I.

Peserta kemudian menyusun kajian risiko bencana sekolah. Kajian tersebut mencakup pemetaan ancaman, kerentanan, dan kapasitas yang dimiliki sekolah dalam menghadapi bencana.

Siswa juga mengikuti schoolwatching. Kegiatan itu dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai potensi bahaya yang terdapat di lingkungan sekolah. Hasil identifikasi menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menyusun langkah mitigasi.

Sementara TSBS dilatih menyusun prosedur tetap serta mengikuti gladi posko berdasarkan skenario bencana. Pelatihan tersebut menjadi bekal sebelum pelaksanaan simulasi lapangan.

Puncak kegiatan berlangsung pada Selasa, 15 September 2026. Seluruh warga sekolah bersama BPBD Jember, Puskesmas Sumbersari, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Karangrejo mengikuti briefing, gladi bersih, hingga simulasi penanganan gempa bumi.

Simulasi dimulai pukul 10.10 WIB. Siswa, TSBS, tenaga kesehatan, serta unsur TNI dan Polri terlibat langsung dalam skenario penanganan keadaan darurat.

Deni menambahkan, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana membutuhkan kerja bersama.

“Sinergi seperti ini harus terus dijaga. Kecamatan, sekolah, BPBD, tenaga kesehatan, TNI dan Polri memiliki peran masing-masing. Ketika semua memahami tugasnya, penanganan bencana di lapangan akan lebih terarah,” tegasnya.

Melalui program SPAB, SMPN 9 Jember diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan menghadapi simulasi, tetapi mampu membangun sistem kesiapsiagaan yang diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sekolah sehari-hari. (sar)

Galeri Foto