logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sumur Bor Belum Bisa Dimanfaatkan, 125 KK di Pakusari Jember Masih Kesulitan Air Bersih

  • 04 September 2026
  • Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
sumur-bor-belum-bisa-dimanfaatkan-125-kk-di-pakusari-jember-masih-kesulitan-air-bersih-20260904

Sumur Bor Belum Bisa Dimanfaatkan, 125 KK di Pakusari Jember Masih Kesulitan Air Bersih

JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 – Harapan warga Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, untuk mendapatkan akses air bersih masih menghadapi kendala. Meski terdapat sumber air berupa sumur bor yang berjarak sekitar 600 meter dari permukiman, fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan karena belum tersedia meteran listrik dan jaringan pipa.

Kondisi itu membuat sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut masih bergantung pada sumber air yang terbatas. Memasuki musim kemarau, volume air pada sejumlah sumur milik warga mengalami penurunan. Bahkan, sebagian sumur menghasilkan air keruh yang bercampur lumpur sehingga tidak layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dampak kondisi tersebut dirasakan sedikitnya 125 kepala keluarga (KK) di RT 02 dan RT 03 RW 13 Dusun Bunder. Di RT 02 terdapat sekitar 45 KK yang membutuhkan air bersih dari total kurang lebih 80 KK. Sementara di RT 03, kebutuhan air bersih dirasakan sekitar 80 KK dari total sekitar 100 KK.

Kondisi kekeringan di wilayah tersebut sebelumnya telah diketahui melalui asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember pada 1 Juli 2026. Hasil asesmen menunjukkan bahwa keterbatasan sumber air menjadi persoalan utama masyarakat ketika memasuki musim kemarau.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, distribusi air bersih kembali dilakukan pada Jumat, 04 September 2026. Kali ini, bantuan air bersih disalurkan oleh PMI Kabupaten Jember dengan pendampingan unsur terkait di lapangan.

Tim PMI bergerak menuju lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dan tiba sekitar pukul 08.30 WIB. Petugas kemudian mendistribusikan air bersih ke tandon yang tersedia serta kepada masyarakat terdampak.

Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan dalam kegiatan tersebut. Bantuan itu diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih sementara, di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas.

Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Ali Maskur Bakri, mengatakan distribusi air bersih menjadi langkah penanganan yang diperlukan selama masyarakat masih menghadapi keterbatasan sumber air.

“Untuk sementara, distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Di sisi lain, kondisi sumber air dan fasilitas pendukungnya juga perlu menjadi perhatian agar masyarakat memiliki akses air yang lebih berkelanjutan,” ujar Ali.

Menurutnya, keberadaan sumur bor yang belum dapat dimanfaatkan menunjukkan bahwa penanganan kekeringan tidak hanya membutuhkan distribusi air bersih, tetapi juga dukungan terhadap sarana dan prasarana sumber air.

“Sumur bor yang ada belum bisa digunakan karena masih membutuhkan meteran listrik dan jaringan pipa. Ini menjadi salah satu hal yang perlu ditindaklanjuti agar sumber air tersebut nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Distribusi air bersih kali ini merupakan penyaluran ke-33 dalam rangka penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Jember. Hingga 4 September 2026, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 165.000 liter.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih di Dusun Bunder kembali dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hari sekali, menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi sumber air di lapangan.

Penanganan juga dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026 serta surat permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Sumberpinang.

Kegiatan distribusi berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala. Dalam penanganan tersebut, BPBD Jember bersama PMI Jember, Polsek, Koramil, perangkat RT/RW, serta masyarakat turut terlibat.

Bagi warga Dusun Bunder, bantuan air bersih menjadi penopang sementara di tengah keterbatasan sumber air. Namun, pemanfaatan sumur bor yang sudah tersedia diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada distribusi air selama musim kemarau. (bob)

Galeri Foto