logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sumur Mengering Sejak Juli, 40 KK di Tegal Gede Jember Andalkan Bantuan Air Bersih

  • 06 September 2026
  • Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
sumur-mengering-sejak-juli-40-kk-di-tegal-gede-jember-andalkan-bantuan-air-bersih-20260906

Sumur Mengering Sejak Juli, 40 KK di Tegal Gede Jember Andalkan Bantuan Air Bersih

JEMBER, 06 SEPTEMBER 2026 – Kekeringan yang berlangsung sejak Juli 2026 mulai menyulitkan warga RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Kondisi sejumlah sumur warga yang mulai mengering membuat 40 kepala keluarga terdampak dan membutuhkan pasokan air bersih.

Sumur warga yang selama ini menjadi salah satu sumber kebutuhan sehari-hari diketahui mulai mengalami kekeringan. Kedalamannya berkisar antara 8 hingga 10 meter, namun debit air tidak lagi mencukupi kebutuhan warga.

Di sisi lain, sumber mata air terdekat berada sekitar satu kilometer dari permukiman. Jarak tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air, terutama untuk aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut kemudian mendorong adanya permohonan bantuan distribusi air bersih dari pihak kelurahan. Penanganan dilakukan dalam rangka mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

Pada Sabtu, 05 September 2026, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan pendampingan kegiatan distribusi air bersih di wilayah tersebut. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke tandon milik warga yang telah disiapkan sebagai tempat penampungan.

Tandon berkapasitas 5.000 liter tersebut berada di lingkungan RT setempat dan dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih secara bersama-sama.

M. Asrio Putra dari TRC BPBD Jember mengatakan, distribusi dilakukan sebagai bagian dari respons terhadap kondisi kekeringan yang berdampak pada masyarakat.

“Air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Kami juga melakukan edukasi kebencanaan agar masyarakat dapat mengelola penggunaan air dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Selain pendistribusian air, petugas juga melakukan koordinasi dengan unsur RT/RW dan warga serta memberikan edukasi terkait kondisi kekeringan. Kegiatan berlangsung aman, kondusif dan terkendali.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara berkala, yakni sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali, menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi di lapangan.

Keberadaan tandon milik warga di lokasi menjadi salah satu pendukung penting dalam proses distribusi. Dengan kapasitas 5.000 liter, air yang disalurkan dapat ditampung dan dimanfaatkan masyarakat secara lebih teratur.

Hingga kegiatan selesai, tidak terdapat kendala dalam pelaksanaan distribusi. BPBD Jember bersama unsur lingkungan dan masyarakat akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan dinas terkait untuk mendukung penanganan dampak kekeringan di wilayah tersebut.

Distribusi air bersih ini diharapkan dapat membantu meringankan beban 40 KK terdampak sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan masih berlangsung. (bob)

Galeri Foto