Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Asesmen Krisis Air di Perumahan Antirogo 2
- 11 Oktober 2026
- Dibaca 157 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Asesmen Krisis Air di Perumahan Antirogo 2
JEMBER, 11 OKTOBER 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen terhadap laporan kekeringan dan menurunnya ketersediaan air di Perumahan Puri Antirogo 2, Dusun Duklengkong, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Minggu, 11 Oktober 2026.Kondisi tersebut terjadi setelah sejumlah sumur warga mengalami penurunan debit air.
Asesmen dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember sebagai tindak lanjut laporan melalui Wadul Gus e dengan Report ID WA.Q.1110261729440. Laporan disampaikan Mustaqim yang meminta bantuan air bersih karena sumur warga di kawasan tersebut mulai mengering.
Anggota TRC BPBD Jember, Faris Fadhil, mengatakan tim melakukan survei dan pengecekan kondisi sumur warga dengan didampingi perangkat RT/RW setempat.
"Tim melakukan pengecekan terhadap sekitar delapan rumah di RT 001/RW 013. Hasilnya, beberapa sumur warga mengalami penurunan ketersediaan air," kata Faris.
Menurut dia, sumur milik pelapor memiliki kedalaman sekitar empat meter. Kondisi serupa juga ditemukan pada sejumlah rumah lain yang menggunakan sumur dengan kedalaman relatif dangkal.
Namun, warga yang memiliki sumur lebih dalam masih mendapatkan air. Untuk sementara, warga yang sumurnya mengalami penurunan debit memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan meminta bantuan kepada tetangga yang sumurnya masih tersedia air.
Selain itu, TRC menemukan sumber air alternatif di Masjid Al Ikhlas yang berada sekitar empat meter dari lokasi rumah warga. Berdasarkan pengecekan, kondisi air di sumber tersebut dinilai baik dan tidak berbau.
"Untuk sementara masih ada sumber air alternatif dan warga juga saling membantu. Jadi kebutuhan air masih bisa dipenuhi," ujar Faris.
Dalam asesmen tersebut, TRC juga menemukan kendala teknis berupa pipa penyedot air yang tersumbat kotoran. Kondisi itu dinilai turut menghambat aliran air ke rumah warga.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, BPBD menduga persoalan ketersediaan air berkaitan dengan kedalaman sumur yang relatif dangkal, rata-rata sekitar empat meter, serta gangguan pada instalasi penyedot air.
BPBD merekomendasikan warga melakukan pengecekan dan perbaikan instalasi penyedot air. Jika diperlukan, sumur dapat diperdalam dengan mempertimbangkan kondisi tanah dan ketersediaan sumber air di lokasi.
Warga juga diminta mengoptimalkan sumber air alternatif dan menghemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam kegiatan tersebut, TRC BPBD melakukan koordinasi, asesmen, dokumentasi, serta pengecekan sumur warga sebelum kembali ke Markas Komando BPBD Jember.
Kegiatan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat RT/RW, dan warga setempat. Tidak terdapat kendala dalam pelaksanaan asesmen. (tgh)