Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Kirim 5.000 Liter Air ke 4 Dusun di Subo
- 11 Oktober 2026
- Dibaca 177 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Kirim 5.000 Liter Air ke 4 Dusun di Subo
JEMBER, 11 OKTOBER 2026 - Kekeringan menyebabkan 150 kepala keluarga (KK) di empat dusun di Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi itu terjadi setelah sumur-sumur warga mengering selama musim kemarau yang berlangsung sejak Agustus 2026.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember kemudian menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter ke wilayah terdampak pada Minggu, 11 Oktober 2026.
“Warga mengalami kesulitan air bersih karena sumur-sumur sudah mengering. Di lokasi terdampak juga belum tersedia jaringan pipanisasi,” kata Septa Tri Satya Budi, anggota TRC BPBD Kabupaten Jember.
Septa menjelaskan, distribusi tersebut merupakan penyaluran bantuan air bersih yang keenam untuk wilayah Desa Subo. Bantuan diberikan berdasarkan surat permohonan dari Pemerintah Desa Subo Nomor 005/528/35.09.24/2026.
Empat dusun yang terdampak meliputi Dusun Kaliwining RT 02/RW 06 dengan 60 KK, Dusun Karang Duren RT 02/RW 09 sebanyak 30 KK, Dusun Sanggar RT 02/RW 01 sebanyak 30 KK, serta Dusun Karang Sadang RT 04/RW 04 sebanyak 30 KK.
“Total ada 150 KK yang terdampak kekeringan di empat dusun tersebut,” ujar Septa.
Sebelum memperoleh bantuan, sebagian warga harus mengambil air dari sumber mata air di sekitar sungai dengan jarak sekitar 800 meter dari permukiman. Sebagian warga lainnya terpaksa membeli air dalam kemasan galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
TRC-PB BPBD Jember berangkat menuju lokasi sekitar pukul 20.00 WIB dan tiba pada pukul 20.30 WIB. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Kepala Desa Subo, kepala dusun, RT/RW, Babinsa, dan warga sebelum proses distribusi dilakukan.
Selain mengirimkan air bersih, BPBD juga menempatkan lima tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter sebagai tempat penampungan air bagi warga. Air dari satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter selanjutnya didistribusikan ke tandon yang tersedia.
Petugas BPBD juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi bencana kekeringan dan pentingnya pengelolaan air selama musim kemarau.
BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan secara berkala, yakni satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap dua hari sekali selama kebutuhan warga masih belum terpenuhi.
Selain penanganan darurat, BPBD juga merekomendasikan agar kondisi tersebut diteruskan kepada organisasi perangkat daerah terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, terutama terkait pemenuhan akses air bersih dan kebutuhan pipanisasi di wilayah terdampak. (tgh)