Supervisi Homecare di Sumberjambe, Indra Tri Purnomo Soroti Tindak Lanjut Pasien Kronis dan Masalah Sosial
- 24 Oktober 2026
- Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
Supervisi Homecare di Sumberjambe, Indra Tri Purnomo Soroti Tindak Lanjut Pasien Kronis dan Masalah Sosial
JEMBER, 24 OKTOBER 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember kembali melakukan supervisi program Homecare di Kecamatan Sumberjambe, Jumat 23 Oktober 2026. Kegiatan ini dipimpin Kepala Bakesbangpol Jember, Indra Tri Purnomo, S.STP., M.Si., bersama Kepala Bidang Politik Dalam Negeri, Dwi Handarisasi, S.Psi., M.Si., serta tiga orang staf. Tim didampingi Lily Rismawati, S.Sos., dan tim kesehatan Homecare Kecamatan Sumberjambe.
Supervisi tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan program pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat berjalan berkelanjutan, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus. Kunjungan tidak hanya diarahkan pada pemeriksaan kondisi penerima manfaat, tetapi juga untuk mengidentifikasi persoalan sosial yang memerlukan penanganan lintas perangkat daerah.
Dalam kegiatan kali ini, tim melakukan kunjungan kepada enam penerima manfaat dengan kategori berbeda, meliputi tokoh agama atau guru ngaji, penyandang disabilitas fisik, lanjut usia (lansia) yang tinggal dalam kategori kepala keluarga tunggal, balita dengan kondisi stunting, ibu hamil risiko tinggi, serta warga dengan penyakit kronis.
Enam kategori tersebut menunjukkan bahwa pelayanan Homecare menyasar kebutuhan masyarakat yang beragam. Pendampingan bagi setiap penerima manfaat perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing, baik melalui pemeriksaan kesehatan, pemantauan berkala, maupun koordinasi dengan pihak terkait.
Kepala Bakesbangpol Jember, Indra Tri Purnomo, menegaskan bahwa pelayanan Homecare tidak boleh berhenti pada kunjungan sesaat. Menurutnya, pasien dengan penyakit kronis dan menahun membutuhkan tindak lanjut yang terencana agar memperoleh pelayanan medis sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Program Homecare bukan sekadar anjangsana atau kunjungan sesaat. Masyarakat yang mengalami penyakit kronis harus mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan perawatan medis sesuai SOP. Kita ingin program ini benar-benar memberikan solusi bagi penerima manfaat, bukan hanya hadir untuk melihat kondisi mereka, lalu selesai tanpa tindak lanjut,” tegas Indra.
Ia menjelaskan, kesinambungan pelayanan menjadi hal penting agar kondisi kesehatan penerima manfaat dapat terus dipantau oleh tenaga kesehatan. Karena itu, hasil kunjungan perlu ditindaklanjuti sesuai kebutuhan medis, termasuk memastikan pasien yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut memperoleh penanganan dari fasilitas kesehatan terkait.
Indra juga menekankan bahwa pelaksanaan Homecare sejalan dengan arahan Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., agar pelayanan kepada masyarakat dapat dirasakan secara langsung, terutama oleh kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
Menurutnya, kehadiran pemerintah melalui Homecare harus memberikan manfaat nyata. Koordinasi antara tim pengampu, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, dan pihak terkait menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan penerima manfaat tidak terabaikan.
Selain persoalan kesehatan, Indra meminta agar berbagai permasalahan sosial yang ditemukan selama kunjungan dicatat dan ditindaklanjuti. Persoalan seperti rumah tidak layak huni dan kebutuhan sosial lainnya perlu menjadi bahan pembahasan dalam rapat koordinasi bersama perangkat daerah terkait.
“Permasalahan yang ditemukan di lapangan harus menjadi catatan penting. Jika ada persoalan rumah tidak layak huni atau kebutuhan sosial lainnya, hal itu perlu dibawa ke forum koordinasi dengan instansi terkait agar dapat dicarikan jalan keluar sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah,” tambahnya.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat Homecare tidak hanya berfungsi sebagai pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi persoalan masyarakat secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, kebutuhan warga dapat dipetakan dan dikoordinasikan dengan pihak yang memiliki kewenangan untuk menanganinya.
Kegiatan supervisi di Sumberjambe ini sekaligus memperkuat pentingnya pemantauan berkala terhadap penerima manfaat. Hasil kunjungan diharapkan menjadi dasar bagi tindak lanjut pelayanan kesehatan dan koordinasi penanganan persoalan sosial yang ditemukan di lapangan.
Melalui sinergi Bakesbangpol, tim kesehatan Homecare, dan unsur pemerintah terkait, Pemerintah Kabupaten Jember berupaya memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara berkelanjutan, terarah, dan sesuai kebutuhan. Fokus utamanya adalah menghadirkan pelayanan yang tidak berhenti pada kehadiran petugas, tetapi berlanjut pada penanganan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (but)