logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kencong

Supervisi Serentak Tiga SPPG di Kencong, Temuan Utama Soroti Perbaikan IPAL

  • 29 Mei 2026
  • Dibaca 120 Kali
Bagikan Via:
supervisi-serentak-tiga-sppg-di-kencong-temuan-utama-soroti-perbaikan-ipal-20260531

Supervisi Serentak Tiga SPPG di Kencong, Temuan Utama Soroti Perbaikan IPAL

JEMBER, 29 MEI 2026 – Tim supervisi Kecamatan Kencong melaksanakan evaluasi serentak di tiga titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai tindak lanjut arahan Satgas SPPG Kabupaten, Jumat 29 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilakukan menyusul adanya kejadian yang sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu.

Supervisi dilakukan untuk memastikan seluruh layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), baik dari sisi pelayanan maupun sarana pendukung di lapangan.

Dari hasil evaluasi yang dilakukan, ditemukan bahwa persoalan utama pada ketiga lokasi berada pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang masih memerlukan pembenahan. Sementara untuk aspek lainnya, mulai dari proses pelayanan, kebersihan dapur, hingga distribusi makanan, secara umum dinilai sudah cukup baik.

Selain persoalan teknis di lapangan, tim juga menemukan adanya kendala administratif berupa keterlambatan pelaporan melalui aplikasi digital. Hal tersebut menyebabkan salah satu layanan sempat mengalami status suspend dari sistem Badan Gizi Nasional (BGN).

Namun demikian, kondisi tersebut dipastikan bukan disebabkan oleh penghentian pelayanan secara langsung kepada penerima manfaat, melainkan murni akibat data pelayanan yang belum terinput ke dalam aplikasi pelaporan.

Pihak terkait menargetkan layanan dapat kembali normal pada Selasa mendatang setelah seluruh pelaporan diperbaiki dan disinkronkan dengan sistem pusat.

Camat Kencong, Ronny Arvianto, menegaskan bahwa kegiatan supervisi ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas pelayanan Program MBG tetap terjaga di wilayah Kecamatan Kencong.

“Kami ingin memastikan seluruh SPPG berjalan sesuai SOP, terutama menyangkut kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan penerima manfaat. Temuan terkait IPAL akan segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari,” ujar Ronny.

Ia juga mengingatkan pentingnya ketepatan pelaporan digital karena berkaitan langsung dengan status operasional layanan di sistem pusat.

“Pelaporan administrasi harus menjadi perhatian bersama. Keterlambatan input data bisa berdampak pada status layanan meskipun pelayanan di lapangan berjalan baik,” tambahnya.

Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Tri Darmawan, mengatakan bahwa aspek sanitasi dan pengelolaan limbah menjadi perhatian penting dalam operasional dapur SPPG karena berkaitan langsung dengan kesehatan lingkungan dan keamanan pangan.

“IPAL menjadi salah satu komponen yang wajib diperhatikan karena menyangkut kebersihan lingkungan sekitar dapur. Jika pengelolaan limbah tidak optimal, dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak kesehatan maupun gangguan kenyamanan masyarakat,” jelas Tri Darmawan.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah cepat tim supervisi serta pengelola SPPG yang dinilai kooperatif selama proses evaluasi berlangsung.

“Secara umum kondisi pelayanan sudah cukup baik. Tinggal beberapa catatan teknis yang perlu segera disempurnakan agar seluruh standar kesehatan lingkungan benar-benar terpenuhi,” tambahnya.

Tri juga menegaskan bahwa Dinas Kesehatan siap melakukan pendampingan dan pembinaan lanjutan kepada pengelola SPPG, khususnya terkait sanitasi dapur, pengolahan limbah, dan penerapan higienitas makanan bagi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, Ronny turut mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi mengawasi pelaksanaan program MBG dengan memberikan laporan apabila ditemukan pelayanan yang kurang maksimal terhadap para siswa penerima manfaat.

“Hari ini pengawasan tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Jika ada pelayanan yang kurang baik, silakan disampaikan agar segera bisa diperbaiki,” pungkasnya.

Hasil supervisi tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Satgas SPPG Kabupaten sebagai bahan evaluasi lanjutan dan penerbitan surat imbauan bagi SPPG yang masih belum memenuhi ketentuan SOP secara menyeluruh. (gfr)

Galeri Foto