logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Tak Berhenti di Musyawarah, Dinkes PPKB Siapkan Tindak Lanjut Kesehatan Ponpes NURINA

  • 20 September 2026
  • Dibaca 49 Kali
Bagikan Via:
tak-berhenti-di-musyawarah-dinkes-ppkb-siapkan-tindak-lanjut-kesehatan-ponpes-nurina-20260921

Tak Berhenti di Musyawarah, Dinkes PPKB Siapkan Tindak Lanjut Kesehatan Ponpes NURINA

JEMBER, 20 SEPTEMBER 2026 - Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren (MMPP) di Pondok Pesantren Nurul Inaroh (NURINA) tidak menjadi akhir dari upaya penguatan kesehatan di lingkungan pesantren. Dinas Kesehatan PPKB Jember menyiapkan tindak lanjut berdasarkan hasil pemetaan kondisi kesehatan yang dibahas bersama dalam kegiatan pada Sabtu, 19 September 2026. MMPP menjadi ruang untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) sekaligus menggali berbagai potensi, tantangan, peluang, dan hambatan yang dihadapi pesantren dalam menjaga kesehatan warganya. Hasil pembahasan tersebut selanjutnya menjadi bahan untuk menentukan langkah pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pesantren.

Ketua Tim Kerja Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Triyaningsih, S.KM., M.Kes., menegaskan bahwa proses tersebut tidak berhenti pada musyawarah. Dinkes PPKB bersama jejaring layanan kesehatan akan melanjutkan hasil pembahasan dengan intervensi yang lebih konkret di lingkungan pesantren. “Kegiatan ini tidak berhenti pada musyawarah hari ini. Kami bersama rekan-rekan dari Puskesmas Bangsalsari dan Rumah Sakit Paru akan menindaklanjuti hasilnya melalui pendampingan, skrining kesehatan, dan edukasi,” ujar Triyaningsih.

Menurutnya, tindak lanjut tersebut penting agar berbagai persoalan yang telah teridentifikasi melalui SMD dan dibahas dalam MMPP dapat ditangani secara bertahap. Pendampingan juga diharapkan membantu pesantren memahami langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah munculnya masalah kesehatan di lingkungan pesantren. Sementara itu, keterlibatan Puskesmas Bangsalsari dan Rumah Sakit Paru menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan layanan kesehatan bagi pesantren. Pendampingan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang ditemukan, sementara skrining menjadi salah satu langkah untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan warga pesantren.

Selain pelayanan dan skrining, edukasi juga menjadi bagian penting dalam tindak lanjut. Pengetahuan kesehatan yang diberikan kepada santri dan pengelola pesantren diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan hidup sehat serta meningkatkan kesadaran untuk mengenali dan mencegah risiko kesehatan sejak dini. Triyaningsih menambahkan, hasil MMPP diharapkan tidak hanya menjadi catatan permasalahan, tetapi menjadi dasar untuk membangun langkah bersama antara pesantren dan jejaring layanan kesehatan. “Harapannya, hasil pemetaan dan musyawarah ini benar-benar dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pesantren dapat semakin mampu menjaga dan meningkatkan kesehatan warganya,” katanya.

Melalui tindak lanjut tersebut, MMPP di Ponpes NURINA diharapkan menjadi bagian dari proses berkelanjutan dalam membangun lingkungan pesantren yang sehat. Kolaborasi antara Dinkes PPKB, Puskesmas Bangsalsari, Rumah Sakit Paru, dan pihak pesantren menjadi bagian penting agar hasil musyawarah dapat diwujudkan dalam aksi kesehatan yang nyata. (ken)

Galeri Foto