Tak Hanya Layanan Medis, TAJEMTRA 2026 Hadirkan Terapi Pijat dan Relaksasi
- 06 September 2026
- Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
Tak Hanya Layanan Medis, TAJEMTRA 2026 Hadirkan Terapi Pijat dan Relaksasi
JEMBER, 6 SEPTEMBER 2026 – Peserta TAJEMTRA 2026 tidak hanya mendapatkan dukungan layanan kesehatan dasar di sepanjang rute. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember juga menghadirkan pelayanan kesehatan tradisional berupa terapi pijat dan relaksasi untuk membantu peserta menjaga kebugaran selama mengikuti kegiatan TAJEMTRA pada Sabtu, 5 September 2026.
Layanan kesehatan tradisional tersebut ditempatkan di tiga titik pos istirahat, yakni Lapangan Bangsalsari, Alun-Alun Rambipuji, dan Alun-Alun Jember. Ketiga lokasi tersebut menjadi bagian dari titik pelayanan yang disiapkan untuk memberikan kesempatan kepada peserta beristirahat sekaligus memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhannya.
Leni Tri Oktaviani, S.Tr.Keb., dari Dinkes PPKB Kabupaten Jember Bidang Kesehatan Masyarakat mengatakan, kehadiran layanan kesehatan tradisional menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan TAJEMTRA 2026.
“Pelayanan kesehatan tradisional mendukung dan mensukseskan kegiatan TAJEMTRA 2026 bersama beberapa terapis,” ujar Leni.
Pelayanan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Dinkes PPKB bersama sejumlah organisasi yang bergerak di bidang kesehatan tradisional, yakni Persatuan Bekam Indonesia (PBI), Perkumpulan Para Pelaku Pemijat Indonesia (P-AP3I), Persaudaraan Perilaku dan Pemerhati Akupresur Indonesia (P3AI), serta Asosiasi Spa Terapis Indonesia (ASTI).
Layanan yang diberikan berupa terapi pijat dan relaksasi. Kehadiran terapis di pos istirahat diharapkan dapat memberikan pilihan layanan bagi peserta yang membutuhkan relaksasi setelah menempuh perjalanan dalam rangkaian TAJEMTRA.
“Layanan kesehatan tradisional ada di tiga titik pos istirahat, yaitu Lapangan Bangsalsari, Alun-Alun Rambipuji, dan Alun-Alun Jember,” jelas Leni.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tradisional yang diberikan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan peserta. Terapi dilakukan sesuai standar sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut dengan lebih aman.
Sementara itu, secara keseluruhan Dinkes PPKB juga menyiapkan pelayanan kesehatan dasar yang tersebar di sepanjang rute TAJEMTRA. Terdapat 18 titik pos pelayanan kesehatan yang disiapkan untuk mendukung peserta selama kegiatan berlangsung.
Dengan adanya kombinasi layanan kesehatan dasar dan tradisional, dukungan kesehatan dalam TAJEMTRA 2026 tidak hanya berfokus pada penanganan kondisi peserta yang membutuhkan pertolongan, tetapi juga memberikan ruang untuk beristirahat dan memulihkan kebugaran. Kolaborasi lintas tenaga kesehatan dan terapis tradisional tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan peserta dapat mengikuti rangkaian TAJEMTRA dengan aman dan nyaman hingga mencapai garis finis. (ken)