Tak Menyangka Laporan Keponakan Direspons Cepat, Bu Astri Saksikan Pemkab Jember Datangi Warganya
- 11 Agustus 2026
- Dibaca 196 Kali
Bagikan Via:
Tak Menyangka Laporan Keponakan Direspons Cepat, Bu Astri Saksikan Pemkab Jember Datangi Warganya
JEMBER, 11 AGUSTUS 2026 – Bu Astri, warga Dusun Sumberbalin, Desa Cumedak, tidak menyangka laporan yang disampaikan keponakannya melalui kanal Wadul Guse Jember mengenai kondisi B. Erri mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Jember. Aduan mengenai warga lanjut usia yang kesulitan melakukan perekaman identitas kependudukan tersebut akhirnya ditindaklanjuti dengan kunjungan langsung sejumlah perangkat daerah ke rumah B. Erri, Senin 10 Agustus 2026.
B. Astri mengetahui langsung tindak lanjut laporan tersebut. Sebelumnya, keponakannya menyampaikan laporan karena melihat kondisi B. Erri yang sudah lanjut usia dan mengalami keterbatasan sehingga tidak memungkinkan untuk datang sendiri ke tempat pelayanan guna melakukan perekaman identitas kependudukan.
Laporan tersebut kemudian disampaikan melalui Wadul Guse. Tidak disangka, aduan tersebut mendapat tindak lanjut hingga sejumlah tim pemerintah datang langsung ke rumah B. Erri di Dusun Sumberbalin.
Kehadiran pemerintah tidak hanya melibatkan satu instansi. Tim Wadul Guse datang bersama Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Disdukcapil. Kecamatan Sumberjambe bersama tim PMKS dan Seksi Pemerintahan turut mendampingi, begitu pula pemerintah desa melalui kepala dusun.
Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Sumberjambe hadir untuk melihat kondisi warga. Sementara petugas Disdukcapil memberikan layanan perekaman identitas kependudukan langsung di rumah.
Bagi B. Astri, respons tersebut menjadi pengalaman yang membuatnya melihat bahwa laporan melalui kanal pengaduan pemerintah benar-benar ditindaklanjuti.
“Awalnya kami tidak menyangka akan seperti ini. Keponakan saya menyampaikan laporan karena melihat kondisi B. Erri yang memang sudah tua dan kesulitan kalau harus datang sendiri untuk melakukan perekaman. Ternyata laporan itu benar-benar ditindaklanjuti dan pemerintah datang langsung ke rumah,” ujar B. Astri.
Menurutnya, kehadiran petugas dari berbagai perangkat daerah sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani kondisi warga yang membutuhkan pelayanan khusus.
“Yang membuat kami senang bukan hanya karena KTP-nya bisa direkam, tetapi pemerintah datang sendiri melihat kondisi warga. Ada dari kesehatan, ada yang mengurus perekaman, dan ada juga bantuan dari Dinas Sosial. Jadi kami merasa warga benar-benar diperhatikan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, B. Erri berhasil menjalani proses perekaman identitas kependudukan. Dokumen fisik kependudukan selanjutnya menyusul.
Pelayanan jemput bola tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada warga yang memiliki keterbatasan mobilitas. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat program Peta Cinta yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Jember.
Tidak berhenti pada pelayanan administrasi kependudukan, Dinas Sosial juga memberikan bantuan berupa sembako, selimut dan matras. Tim kesehatan turut memberikan perhatian terhadap kondisi warga.
Bagi B. Astri, rangkaian pelayanan tersebut menjadi bukti bahwa satu laporan sederhana dari masyarakat dapat membuka jalan bagi hadirnya berbagai pelayanan pemerintah.
“Kalau melihat dari awal, kami hanya ingin menyampaikan kondisi warga supaya ada yang membantu. Tidak menyangka akhirnya banyak pihak yang datang. Kami berterima kasih karena laporan itu tidak diabaikan,” ujarnya.
Kehadiran berbagai perangkat daerah juga membuat penanganan terhadap B. Erri dapat dilakukan secara lebih menyeluruh. Persoalan administrasi kependudukan ditangani Disdukcapil, kebutuhan kesehatan mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Sumberjambe, sementara kebutuhan dasar warga dibantu Dinas Sosial.
Camat Sumberjambe Djoni Nurtjahjono, S.H., M.Si., yang turut mendampingi kunjungan, mengatakan informasi dari masyarakat sangat membantu pemerintah mengetahui kondisi warga yang membutuhkan pelayanan.
“Laporan masyarakat menjadi informasi penting bagi kami. Ketika ada warga yang kondisinya memang membutuhkan pelayanan langsung, tentu kami bersama desa dan perangkat daerah terkait akan membantu koordinasinya. Harapannya, warga yang memiliki keterbatasan tetap bisa mendapatkan pelayanan,” ujarnya. (wd)