logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Perkuat Pendampingan Ibu Hamil Berisiko, Dinkes PPKB Tingkatkan Kapasitas Kader BUAIAN

  • 25 Agustus 2026
  • Dibaca 79 Kali
Bagikan Via:
perkuat-pendampingan-ibu-hamil-berisiko-dinkes-ppkb-tingkatkan-kapasitas-kader-buaian-20260826

Perkuat Pendampingan Ibu Hamil Berisiko, Dinkes PPKB Tingkatkan Kapasitas Kader BUAIAN

JEMBER, 25 Agustus 2026 – Upaya memperkuat pendampingan ibu hamil berisiko tinggi (Bumil Risti) terus dilakukan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember. Salah satunya melalui kegiatan peningkatan kapasitas kader pendamping Bumil Risti dalam mendukung pelaksanaan program BUAIAN (Bunda Anak Impian) yang digelar di Sekretariat IBI Cabang Jember, Senin (24/8/2026).

Kegiatan ini secara khusus diikuti kader yang bertugas mendampingi ibu hamil berisiko tinggi, terutama dari 10 Puskesmas dengan angka kematian ibu (AKI) yang masih menjadi perhatian, yakni Puskesmas Gumukmas, Mumbulsari, Ledokombo, Silo 1, Silo 2, Gladak Pakem, Puger, Ajung, Sukorejo, dan Kencong.

Kegiatan dibuka oleh dr. Gini Wuryandari, M.Kes. selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dalam sambutannya, ia berharap peningkatan kapasitas yang diberikan dapat menjadi bekal bagi kader dalam menjalankan tugas pendampingan ibu hamil di wilayah masing-masing.

"Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk semua kader Posyandu dalam menjalankan tugas mulia dalam mendampingi ibu hamil yang ada di wilayah masing-masing. Semakin meningkat kompetensi dan keterampilan kader, harapannya juga semakin meningkatkan pelayanan dalam mendampingi ibu hamilnya," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para kader mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan tugas pendampingan. Materi yang diberikan meliputi teknis pendampingan ibu hamil KEK dan Risti, pemanfaatan Buku KIA, skrining tuberkulosis (TB), skrining jiwa dan penyakit tidak menular (PTM) pada ibu hamil, serta praktik komunikasi efektif.

Penguatan materi tersebut diharapkan dapat membantu kader mengenali kondisi ibu hamil yang membutuhkan perhatian lebih. Kader juga dibekali kemampuan untuk melakukan pemantauan sesuai kewenangannya, termasuk mengenali faktor risiko dan tanda bahaya selama kehamilan.

Selain melakukan pemantauan, kader juga memiliki peran dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga. Edukasi mencakup pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemenuhan kebutuhan gizi, konsumsi tablet tambah darah, serta penerapan perilaku hidup sehat selama masa kehamilan.

Kemampuan komunikasi efektif juga menjadi bagian penting dalam pendampingan. Melalui komunikasi yang baik, kader diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih nyaman dengan ibu hamil dan keluarga, sehingga informasi kesehatan dapat diterima dengan lebih mudah dan permasalahan yang ditemukan dapat segera disampaikan kepada tenaga kesehatan.

Pendampingan juga diarahkan untuk dilakukan secara berkelanjutan melalui kunjungan rumah dan pencatatan hasil pendampingan. Apabila ditemukan permasalahan atau faktor risiko, kader dapat berkoordinasi dengan bidan, tenaga gizi, Puskesmas, maupun keluarga untuk menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Penguatan kapasitas kader ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program BUAIAN (Bunda Anak Impian) melalui peningkatan peran kader dalam mendampingi ibu hamil berisiko tinggi dan ibu hamil dengan KEK. Dengan pendampingan yang lebih terarah, kondisi ibu dan kehamilan diharapkan dapat dipantau sejak dini.

Melalui kegiatan ini, Dinkes PPKB Kabupaten Jember terus mendorong penguatan peran kader sebagai bagian dari jejaring pelayanan kesehatan di masyarakat. Kader yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik diharapkan dapat membantu memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan yang sesuai dan lebih cepat terhubung dengan layanan kesehatan ketika ditemukan risiko.

Upaya tersebut sekaligus mendukung pencegahan stunting sejak masa kehamilan serta mendukung penurunan risiko Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Jember. Dengan kolaborasi antara kader, keluarga, tenaga kesehatan, dan Puskesmas, pendampingan ibu hamil diharapkan dapat berjalan semakin optimal hingga ibu melahirkan dan memasuki masa pengasuhan anak.nay

Galeri Foto