Tak Sekadar Hadir, Bupati Muhammad Fawait Tuntaskan TAJEMTRA hingga Garis Finis
- 06 September 2026
- Dibaca 81 Kali
Bagikan Via:
Tak Sekadar Hadir, Bupati Muhammad Fawait Tuntaskan TAJEMTRA hingga Garis Finis
JEMBER, 06 SEPTEMBER 2026 – Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., tidak sekadar hadir dalam Gerak Jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) 2026. Pada Sabtu, 05 September 2026, Bupati bersama Ketua TP PKK Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, ikut berjalan menempuh rute sekitar 30 kilometer dari Tanggul menuju Alun-Alun Jember Nusantara dan berhasil menyelesaikan perjalanan hingga garis finis.
Kehadiran Bupati dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan yang dibangun bersama ribuan peserta. Alih-alih hanya mengikuti seremoni di salah satu titik kegiatan, Bupati memilih berada di tengah peserta dan menuntaskan perjalanan hingga akhir.
Perjalanan panjang dari Tanggul menuju pusat Kota Jember tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat. Setelah menempuh puluhan kilometer bersama rombongan, Bupati dan Ning Ghyta akhirnya tiba di garis finis di Alun-Alun Jember Nusantara.
Bagi masyarakat, kehadiran pimpinan daerah yang ikut berjalan hingga garis finis memberikan pesan tersendiri. Tajemtra tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan yang telah menjadi bagian dari tradisi Kabupaten Jember.
Camat Sumberjambe, Faroek, S.P., mengapresiasi sikap Bupati yang memilih mengikuti perjalanan hingga selesai. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan semangat kebersamaan yang penting dalam membangun daerah.
“Beliau tidak hanya hadir, tetapi ikut berjalan dan menyelesaikan sampai finis. Ini tentu menjadi semangat bagi masyarakat,” ujar Faroek.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan Bupati Jember selama mengikuti Tajemtra 2026. Ia menegaskan tidak ingin membiarkan masyarakat maupun jajaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember berjuang sendirian dalam menempuh perjalanan tersebut.
“Saya akan temani dan akhirnya tuntas menuju Jember Baru, Jember Maju,” ujar Bupati.
Bagi Bupati, perjalanan Tajemtra memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menempuh jarak puluhan kilometer. Perjalanan bersama masyarakat menjadi gambaran mengenai pentingnya kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Setelah berhasil menuntaskan Tajemtra 2026, Bupati juga mulai melihat pelaksanaan tahun depan sebagai momentum penting. Tajemtra 2027 akan menjadi perhelatan khusus karena kegiatan gerak jalan tradisional tersebut memasuki usia ke-50.
Bupati berharap peringatan setengah abad Tajemtra dapat dikemas lebih besar dan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan sekaligus kebangkitan Kabupaten Jember.
“Pesannya bukan cuma urusan Tajemtra, tapi Jember pernah 15 tahun yang lalu ada seorang bupati, Pak Jalal, yang jalan sampai tuntas. Jember pada waktu itu menjadi kabupaten yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya,” tutur Bupati.
Menurutnya, pengalaman masa lalu tersebut menjadi pengingat bahwa Jember pernah memiliki posisi penting dalam pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, semangat untuk membawa daerah kembali berkembang perlu dibangun secara bersama-sama.
Bupati menilai kondisi Jember dalam satu dekade terakhir cenderung berjalan di tempat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali membangun kekuatan bersama agar Kabupaten Jember dapat bergerak lebih maju.
“10 tahun terakhir ini kita diam-diam saja, jalan di tempat. Hari ini dengan kekuatan kita bersama. Kita ingin membangkitkan Jember. Tidak boleh tidur lagi, tapi menuju Jember Baru, Jember Maju yang sejahtera,” tegasnya.
Penyelesaian perjalanan Tajemtra 2026 hingga garis finis menjadi salah satu gambaran dari pesan tersebut. Perjalanan yang dilakukan bersama masyarakat menunjukkan bahwa kebersamaan tidak hanya disampaikan melalui pesan, tetapi juga diwujudkan dengan hadir dan mengikuti seluruh perjalanan hingga selesai.
Melalui momentum Tajemtra, Pemerintah Kabupaten Jember berharap semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga. Tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun itu diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat semangat bersama dalam membangun Kabupaten Jember. (wd)