Tanam Dipercepat, Penyerapan Gabah Juga Harus Disiapkan
- 18 September 2026
- Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
Tanam Dipercepat, Penyerapan Gabah Juga Harus Disiapkan
JEMBER, 17 SEPTEMBER 2026 - Mempercepat tanam berarti menyiapkan lebih banyak lahan untuk menghasilkan pangan. Namun, peningkatan produksi juga perlu diikuti kesiapan dalam menampung hasil panen. Hal ini menjadi bagian dari sinergi yang ditekankan dalam Gerakan Tanam Serentak di Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji.
Gerakan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian yang dilaksanakan secara nasional. Di Jember, kegiatan ini dilakukan setiap tanggal 17 dan 30 setiap bulan untuk mendorong percepatan tanam sekaligus memotret perkembangan penambahan luas tanam.
Upaya tersebut menjadi penting karena Jember masih memiliki target produksi padi yang harus dicapai pada 2026. Kabupaten Jember menargetkan produksi hingga 1 juta ton gabah kering giling. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember Sutiyoso, S.H., M.H., menyebut capaian saat ini berada pada kisaran 600–700 ribu ton.
Dengan target tersebut, percepatan tanam tidak berhenti pada bertambahnya lahan yang ditanami. Hasil produksi yang nantinya meningkat juga perlu memiliki saluran penyerapan yang siap.
“Bulog itu siap menerima gabah kita. Jadi jangan sampai nanti Bapak Ibu wah produktivitas kita banyak tapi enggak ada tampungan,” ujar Sutiyoso.
Kebutuhan menjaga rangkaian tersebut sejalan dengan tujuan Gerakan Tanam Serentak. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Jember Luhur Prayogo, S.P., M.P., mengatakan gerakan ini dirancang untuk mendorong penambahan luas tanam yang kemudian berdampak pada produksi.
“Program kementerian untuk mendorong agar supaya ada peningkatan luas tanam dan juga otomatis akan ada penambahan produksi,” kata Luhur.
Karena itu, percepatan tanam perlu berjalan bersama dengan koordinasi antarpihak. Dinas TPHP, penyuluh, pemerintah wilayah, Bulog, serta unsur terkait memiliki peran dalam menjaga proses pertanian, mulai dari lahan yang segera ditanami hingga hasil panen yang dapat terserap.
Dengan pola tersebut, Gerakan Tanam Serentak tidak hanya menjadi momentum penanaman, tetapi bagian dari upaya menjaga kesinambungan produksi pangan di Jember. (fan)