Tegalgede Siapkan Data RTLH Lebih Akurat, Operator Teknis Ikuti Bimtek Aplikasi BSPS Verval
- 12 Agustus 2026
- Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
Tegalgede Siapkan Data RTLH Lebih Akurat, Operator Teknis Ikuti Bimtek Aplikasi BSPS Verval
JEMBER, 12 AGUSTUS 2026 – Data rumah tidak layak huni (RTLH) di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, bakal diverifikasi lebih ketat. Langkah itu dilakukan untuk memastikan data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membutuhkan bantuan perumahan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Penguatan pendataan tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) penerapan Aplikasi Verifikasi dan Validasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS Verval) yang diikuti operator kelurahan se-Kecamatan Sumbersari, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Sumbersari mulai pukul 09.00 WIB. Bimtek tersebut menjadi tindak lanjut surat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Nomor 100/520835.09.1.11/2026 tertanggal 10 Agustus 2026 tentang pendataan, survei lapangan kelayakan hunian, verifikasi kelengkapan berkas, serta validasi RTLH bagi MBR.
Kelurahan Tegalgede mengirimkan operator untuk mengikuti pelatihan tersebut. Operator nantinya memiliki peran penting dalam proses pengumpulan dan pengolahan data sebelum dilakukan verifikasi terhadap calon penerima program bantuan.
Lurah Tegalgede Shierley Aisyah, ST MM, mengatakan ketepatan data menjadi hal penting dalam setiap proses pengusulan bantuan. Menurutnya, kondisi rumah dan status masyarakat yang diusulkan harus dapat dipertanggungjawabkan.
“Pendataan RTLH tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan administrasi. Kondisi rumah dan keadaan masyarakat harus benar-benar dilihat dan diverifikasi. Karena itu, operator perlu memahami aplikasi dan tahapan verifikasinya dengan baik,” ujar Shierley.
Dia menegaskan, pemerintah kelurahan akan mendorong proses pendataan dilakukan secara teliti. Dengan demikian, data yang disampaikan tidak hanya lengkap, tetapi juga menggambarkan kondisi sebenarnya.
“Harapan kami, data yang dihasilkan semakin akurat. Masyarakat yang memang membutuhkan bantuan bisa terdata dengan baik, sehingga ketika ada program bantuan perumahan, penentuannya dapat lebih tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Sugeng, peserta dari Kelurahan Tegalgede, menilai bimtek penting untuk memberikan pemahaman teknis kepada operator. Terlebih, proses verifikasi dan validasi membutuhkan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan dalam penginputan maupun penyampaian data.
“Bimtek ini membantu kami memahami alur penggunaan aplikasi, mulai dari penginputan sampai proses verifikasi. Kami harus memastikan data yang dimasukkan sesuai dengan kondisi sebenarnya,” kata Sugeng.
Menurut dia, penerapan sistem digital juga menuntut operator lebih cermat dalam bekerja. Data yang diinput nantinya menjadi bagian dari proses verifikasi calon penerima bantuan.
“Kami berharap setelah mengikuti bimtek ini, pendataan di kelurahan bisa lebih tertib dan akurat. Kalau datanya benar, proses selanjutnya juga akan lebih mudah,” imbuhnya.
Bagi Kelurahan Tegalgede, penguatan kemampuan operator menjadi bagian penting untuk memastikan proses pendataan tidak berhenti pada kelengkapan dokumen. Verifikasi lapangan dan kesesuaian kondisi hunian menjadi dasar agar data yang dihimpun benar-benar merepresentasikan kebutuhan warga.
Dengan sistem verifikasi dan validasi yang lebih tertata, pemerintah kelurahan berharap proses pendataan RTLH dapat menghasilkan basis data yang lebih akurat. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi pijakan dalam pelaksanaan program bantuan perumahan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria. (sar)