logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Tekan Angka Pernikahan Anak, Mahasiswa FISIP UNEJ Gelar Pekan Raya "Paceklik XI 2026" di Dusun Mojan

  • 01 Oktober 2026
  • Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
tekan-angka-pernikahan-anak-mahasiswa-fisip-unej-gelar-pekan-raya-paceklik-xi-2026-di-dusun-mojan-20261001

Tekan Angka Pernikahan Anak, Mahasiswa FISIP UNEJ Gelar Pekan Raya "Paceklik XI 2026" di Dusun Mojan

JEMBER, 30 September 2026 – Langkah nyata dalam melindungi masa depan anak-anak terus digaungkan dari pemukiman warga. Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap isu pernikahan usia dini, mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyelenggarakan Pekan Raya "Paceklik XI 2026" di Dusun Mojan, Kelurahan Bintoro, Rabu (30/09/2026).

Inisiatif ini hadir sebagai respons aktif akademisi muda dalam mengedukasi masyarakat guna menekan maraknya pernikahan anak di wilayah setempat. Acara tersebut dihadiri sekitar 25 peserta yang terdiri dari warga sekitar, tokoh masyarakat seperti Ketua RT, RW, Kepala Dusun Mojan, perwakilan Kelurahan Bintoro, serta Founder Rumah Pintar Jember.

​Suasana hangat langsung terasa saat acara dibuka dengan serangkaian sambutan dari para tokoh yang hadir. Dosen Pembimbing Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNEJ, Atik Rahmawati, S.Sos., M.Kesos., mengapresiasi tinggi kepekaan para mahasiswanya yang tak ragu turun tangan merespons isu nyata di tengah warga. Semangat tersebut disambut hangat oleh Ketua Himakes Ha, Agas Tia, bersama perwakilan Kelurahan Bintoro. Mereka sepakat bahwa benteng terkuat dalam menciptakan lingkungan ramah anak hanya bisa berdiri kokoh lewat sinergi erat antara kampus, pemerintah, dan masyarakat.

Sebagai inti acara, Dinas Sosial PPPA Kabupaten Jember melalui Bidang Perlindungan Anak menerjunkan pemateri Mauvirotul Arifah, S.H. Dalam pemaparannya, beliau memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya serta dampak jangka panjang pernikahan anak.

"Pernikahan di usia anak membawa risiko sistemik yang luar biasa besar, mulai dari dampak buruk bagi kesehatan reproduksi ibu muda, risiko stunting pada bayi yang dilahirkan, hingga rentannya konflik rumah tangga dan putus sekolah," papar Mauvirotul di hadapan para warga.

Menanggapi terselenggaranya kegiatan ini, Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial PPPA Kabupaten Jember, Sugeng Riyadi, S.E., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mahasiswa FISIP UNEJ dan seluruh pihak yang terlibat.

"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif kepedulian dari mahasiswa FISIP UNEJ melalui Pekan Raya Paceklik XI ini. Penanganan dan pencegahan pernikahan anak tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan kolaborasi pentahelix termasuk peran aktif akademisi dan mahasiswa yang turun langsung ke akar rumput seperti di Dusun Mojan. Pernikahan anak adalah persoalan kompleks yang memutus hak-hak dasar anak, baik hak atas pendidikan, kesehatan, maupun perlindungan. Melalui edukasi yang menyasar langsung jajaran RT, RW, hingga tokoh masyarakat setempat, kita berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa menunda usia pernikahan hingga matang adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan dan mencetak generasi emas Jember yang berkualitas." ujar Sugeng Riyadi.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Dusun Mojan semakin memahami pentingnya menjaga masa depan anak-anak mereka dan secara bertahap mampu mengikis angka pernikahan dini di Kabupaten Jember. (ysf)

Galeri Foto