Temu Pendidik Nusantara XIII Jember, Ruang Berbagi Praktik Baik yang Menyatukan Guru dari Berbagai Daerah
- 19 Juli 2026
- Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
Temu Pendidik Nusantara XIII Jember, Ruang Berbagi Praktik Baik yang Menyatukan Guru dari Berbagai Daerah
JEMBER, 19 JULI 2022 – Semangat kolaborasi dan gotong royong dalam dunia pendidikan kembali terasa melalui Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Jember yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Jember pada Minggu, 19 Juli 2026, di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.
Mengusung tema "Cita-cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia", kegiatan ini menjadi ruang bertemunya para pengawas, kepala sekolah, dan guru dari seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta. Tak hanya dari Kabupaten Jember, peserta juga datang dari berbagai daerah, di antaranya Pasuruan dan Probolinggo, menunjukkan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas wilayah.
Acara turut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Arief Tjahyono beserta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Ning Gytha, yang memberikan dukungan terhadap tumbuhnya budaya belajar dan kolaborasi di kalangan pendidik.
Ketua KGBN Jember, Renu Nurhapsari, menjelaskan bahwa Temu Pendidik Nusantara bukan sekadar seminar atau forum diskusi, melainkan wadah untuk saling menguatkan dan berbagi pengalaman nyata yang telah diterapkan di sekolah masing-masing.
"Kami ingin setiap guru pulang membawa inspirasi baru. Praktik-praktik baik yang berhasil diterapkan di ruang kelas maupun di sekolah perlu dibagikan agar manfaatnya semakin luas. Pendidikan akan berkembang ketika guru mau saling belajar, bukan berjalan sendiri-sendiri," ujar Renu Nurhapsari.
Menurutnya, KGBN Jember terus berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang inklusif bagi seluruh insan pendidikan. Melalui forum seperti ini, guru dapat saling bertukar ide, mendiskusikan tantangan pembelajaran, hingga membangun jejaring yang nantinya dapat melahirkan inovasi baru di sekolah.
Suasana kegiatan berlangsung hangat sejak pagi. Para peserta mengikuti sesi berbagi praktik baik, diskusi, hingga refleksi pembelajaran dengan penuh antusias. Berbagai pengalaman mengenai strategi pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, pemanfaatan teknologi, hingga pengelolaan sekolah menjadi topik yang mengisi jalannya kegiatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, mengapresiasi terselenggaranya Temu Pendidik Nusantara XIII sebagai gerakan yang mampu memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi.
"Transformasi pendidikan tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari semangat guru untuk terus belajar dan berbagi. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari praktik-praktik baik yang dilakukan di ruang kelas. Kami berharap budaya saling belajar ini terus tumbuh di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Jember," ungkap Arief Tjahyono.
Ia juga mengajak seluruh guru dan kepala sekolah agar tidak berhenti berinovasi, karena tantangan pendidikan terus berkembang seiring perubahan zaman.
Dukungan juga disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Ning Gytha, yang menilai pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
"Guru adalah sosok yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter generasi masa depan. Saya berharap forum seperti Temu Pendidik Nusantara terus menjadi ruang lahirnya ide-ide positif yang berdampak bagi anak-anak kita," tutur Ning Gytha.
Salah satu peserta yang datang dari luar daerah adalah Mawar, guru dari SMP Negeri 4 Kota Pasuruan. Ia mengaku telah mengikuti kegiatan Temu Pendidik Nusantara sejak tahun lalu dan merasakan banyak manfaat dari forum tersebut.
"Saya sudah aktif mengikuti Temu Pendidik Nusantara sejak tahun lalu. Menurut saya kegiatan ini sangat positif karena kita bisa saling berbagi pengalaman, baik tentang kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah. Banyak inspirasi yang bisa langsung diterapkan ketika kembali mengajar," kata Mawar. (hz)