Tindak Lanjut Wadul Gus’e, Longsor di Jelbuk Ancam Akses Jalan dan Lima KK Rawan Terdampak
- 25 Februari 2026
- Dibaca 294 Kali
Bagikan Via:
Tindak Lanjut Wadul Gus’e, Longsor di Jelbuk Ancam Akses Jalan dan Lima KK Rawan Terdampak
Tindak lanjut laporan masyarakat melalui program Wadul Gus’e terkait kejadian tanah longsor dilakukan pada Rabu, 25 Februari 2026 pukul 13.30 WIB di Dusun Pakel, Desa Sucongepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Kejadian ini berdampak pada pondasi jalan lingkungan yang menghubungkan Dusun Pakel dengan Dusun Arjasa, yang mengalami amblas sebagian akibat tergerus longsor. Selain itu, sebagian material tanah sempat menumpuk di depan halaman rumah warga, namun telah dibersihkan secara gotong royong. Peristiwa ini menjadi perhatian karena akses jalan merupakan jalur vital penghubung antar dusun yang digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan kronologis, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur beberapa wilayah Kabupaten Jember pada Minggu, 22 Februari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Curah hujan yang cukup tinggi tersebut menyebabkan kondisi tanah di lereng menjadi labil dan jenuh air. Sekitar pukul 18.00 WIB, terjadi longsoran pada lereng tanah di sekitar jalan lingkungan. Longsoran tersebut memiliki panjang kurang lebih 6 meter dengan ketinggian sekitar 6 meter. Meskipun jalan masih dapat dilewati, aksesnya terbatas dan kendaraan roda empat untuk sementara tidak diperkenankan melintas demi keselamatan pengguna jalan.
Menindaklanjuti laporan Wadul Gus’e dengan ID WA.Q.2402261713759 yang dilaporkan oleh Abd Rahman, tim BPBD Jember segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa dan Babinsa setempat. Kegiatan asesmen dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan dan potensi bahaya lanjutan, mengingat terdapat lima kepala keluarga (KK) yang berada pada posisi rawan terdampak longsor susulan. Sebagai langkah penanganan darurat, lereng yang longsor ditutup menggunakan terpal guna menghambat laju infiltrasi air hujan dan mengurangi erosi permukaan tanah. Upaya ini diharapkan mampu menekan risiko pergerakan tanah lebih lanjut selama musim hujan masih berlangsung.
Kondisi terkini menunjukkan bahwa area longsoran masih dalam pengawasan dan akses jalan tetap dibuka secara terbatas. Tidak terdapat kendala berarti selama proses asesmen dan koordinasi lintas sektor. Namun, potensi longsor susulan tetap menjadi perhatian utama mengingat struktur tanah yang masih labil. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang terukur dan berkelanjutan guna menjaga keselamatan warga serta kelancaran akses transportasi antar dusun.
Tim Mitigasi merekomendasikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta tidak mendirikan bangunan di atas maupun di bawah lereng rawan longsor. Selain itu, disarankan melakukan konservasi vegetasi menggunakan tanaman berakar kuat seperti vetiver untuk memperkuat stabilitas tanah, serta penambahan drainase permukaan agar air tidak meresap berlebihan ke dalam tanah. Untuk penanganan jangka panjang, diperlukan pembangunan dinding penahan tanah guna mengurangi risiko longsor susulan dan mencegah terputusnya akses jalan. Rekomendasi tersebut akan diteruskan kepada Dinas PUPR untuk tindak lanjut teknis, dengan melibatkan unsur BPBD Jember, TNI, perangkat desa, serta masyarakat sekitar dalam upaya penguatan mitigasi bencana.