logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Tingkatkan Kompetensi Guru di Era Digital, Dispendik Jember Gelar Bimtek Koding dan Kecerdasan Artifisial

  • 04 November 2026
  • Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
tingkatkan-kompetensi-guru-di-era-digital-dispendik-jember-gelar-bimtek-koding-dan-kecerdasan-artifisial-20261104

Tingkatkan Kompetensi Guru di Era Digital, Dispendik Jember Gelar Bimtek Koding dan Kecerdasan Artifisial

JEMBER, 04 NOVEMBER 2026 – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Jalan dr. Soebandi Nomor 29, Patrang, ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menerapkannya dalam proses pembelajaran.

Bimtek menghadirkan Beni Widiawan, S.ST., M.T., sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, dia menekankan bahwa pengenalan koding dan kecerdasan artifisial bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan mempersiapkan peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, logis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah.

"Koding bukan sekadar belajar menulis bahasa pemrograman, tetapi bagaimana membangun pola pikir komputasional, melatih kemampuan memecahkan masalah, berpikir logis, kreatif, dan sistematis. Sementara kecerdasan artifisial perlu dikenalkan agar peserta didik mampu memahami sekaligus memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab," jelas Beni.

Menurutnya, kecerdasan artifisial juga dapat menjadi alat bantu bagi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan inovatif. Namun, pemanfaatannya tetap harus memperhatikan etika serta tujuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru menjadi salah satu kunci dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap para pendidik mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran. Perkembangan teknologi harus menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan," ungkap Nurul Hafid Yasin.

Dia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan praktik nyata di masing-masing satuan pendidikan.

Sebab, kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pengalaman belajar yang diterima peserta didik.

Antusiasme juga terlihat dari peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Tri Juniarto, S.Kom., dari SMPS Nahdlatul Thalabah, menilai pelatihan KKA memberikan wawasan baru yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

"Materi koding dan kecerdasan artifisial sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Kami mendapatkan pemahaman baru tentang bagaimana teknologi bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran. Harapannya, ilmu yang diperoleh bisa kami terapkan dan bagikan kepada rekan-rekan guru di sekolah," ujarnya.

Hal senada disampaikan Achmad Hidayat Al-Arif, S.Pd., peserta dari SMP 06 Diponegoro. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut guru untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal.

"Perkembangan teknologi menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi. Melalui pelatihan ini, kami bisa mengenal lebih jauh koding dan kecerdasan artifisial. Ini menjadi bekal penting agar pembelajaran ke depan lebih inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman," tuturnya.

Melalui kegiatan Bimtek dan Pelatihan KKA ini, Dispendik Jember berharap semakin banyak pendidik yang memiliki kecakapan digital dan mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Transformasi pendidikan bukan hanya tentang penggunaan perangkat digital, tetapi juga membangun pola pikir kritis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

Dengan guru yang terus meningkatkan kompetensi, diharapkan peserta didik di Kabupaten Jember semakin siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan. (hz)

Galeri Foto